Jateng

Lirik Pemanfaatan EBT di Jawa Timur, Dinas ESDM Jateng Gandeng 22 Desa Turut Capacity Building

×

Lirik Pemanfaatan EBT di Jawa Timur, Dinas ESDM Jateng Gandeng 22 Desa Turut Capacity Building

Sebarkan artikel ini
energi baru terbarukan
Peserta Capacity Building Dinas ESDM Jateng berfoto bersama usai sesi diskusi di KSPS Setia Kawan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Kamis, 20 Juli 2023. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

PASURUAN, beritajateng.tv – Perubahan energi fosil menjadi energi baru terbarukan (EBT) tentu tak bisa terjadi begitu saja. Perlunya pendekatan dan edukasi secara berkala kepada masyarakat menjadi kunci penting.

Gencar mengajak desa di Provinsi Jawa Tengah (Jateng) untuk memanfaatkan potensi daerahnya menjadi energi baru terbarukan, Dinas Energi dan Sumber Mineral (ESDM) menggelar kegiatan capacity building di 2 kabupaten di Jawa Timur.

Sebanyak 42 peserta dari 22 desa se-Jateng berkesempatan belajar terkait energi baru terbarukan. Yang mana, pemanfaatannya telah berhasil terlaksana di Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Malang.

BACA JUGA: 2.369 Desa Mandiri Energi Tersebar di Jawa Tengah

Koperasi Peternak Sapi Perah (KPSP) Setia Kawan di Kabupaten Pasuruan menjadi tujuan pertama rombongan tersebut. Bukan tanpa alasan, terpilihnya koperasi yang dapat menghasilkan SHU (Sisa Hasil Usaha) hingga Rp 3 Miliar tersebut dapat mencerminkan penerapan ekonomi sirkular.

Tak hanya memanfaatkan susu dari sapi perah saja, pupuk dari kotoran sapi juga dapat menjadi energi biogas. Kemudian, peserta mengunjungi kebun jeruk organik yang memanfaatkan pupuk bio slurry.

Mayoritas desa di Jateng sangat potensial manfaatkan energi baru terbarukan

Hadir sebagai perwakilan Dinas ESDM Jateng, Kepala Bidang (Kabid) Energi Baru Terbarukan (EBT), Eni Lestari menyebut, mayoritas desa di Jateng sangat potensial untuk memanfaatkan EBT.

“Kebun jeruk ini praktik bio slurry dari hasil biogas tadi, untuk memupuk jeruk. Ini jeruknya organik, tidak menggunakan pupuk kimia. Sehingga dari biogas tadi selain menghasilkan energi, menghasilkan pupuk, dan tanaman-tanaman yang akan berproduksi seperti ini,” ucap Eni kepada beritajateng.tv, Kamis, 20 Juli 2023.

BACA JUGA: Serukan Transisi Energi Terbarukan, ESDM Jateng: Desa Mandiri Energi Lepaskan Ketergantungan pada Energi Fosil

Prinsip ATM, yakni amati, tiru, modifikasi menjadi penting untuk perangkat desa yang mengikuti capacity building tersebut. Baginya, pemanfaatan energi baru terbarukan ini tak hanya dapat menciptakan ekonomi sirkular, namun dapat meminimalisir limbah hingga zero waste.

“Ini kami Dinas ESDM mencoba membawa kepala desa di Jateng yang kebetulan mereka sebagai penerima penghargaan desa mandiri energi yang telah mengembangkan EBT dari desa tersebut,” tutur Eny.

“Dapat direplikasi di banyak tempat, di Jateng banyak, di Kabupaten Semarang, di Boyolali ada. Di sana malah sudah ada dibina dari perusahaan susu SGM atau Sari Husada itu, ya. Mereka kontribusi dari biogas dari peternakan sapi, kotorannya disetorkan, di sana ekonomi sirkular ditayangkan,” tandasnya. (*)

Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp