“Dari CCTV armada, bus sebenarnya sudah mulai jalan pelan dan pintu sudah mulai menutup. Tiba-tiba ibu itu lompat dari halte ke arah armada,” katanya.
Petugas di sekitar lokasi sudah berupaya menangkap dan menahan korban. Namun upaya tersebut tidak berhasil karena peristiwa berlangsung cepat.
“Bisa di bilang memaksa masuk. Petugas kami yang hendak menangkap pun juga tidak bisa. Akhirnya ibu itu jatuh,” ujar Haris.
Manajemen Trans Semarang belum memastikan secara detail apakah korban tertabrak bagian armada atau mengalami benturan dengan pintu bus sebelum terjatuh.
Menurut Haris, pihaknya masih mengandalkan pemeriksaan CCTV dan keterangan petugas untuk memperjelas seluruh rangkaian kejadian.
“Kalau detailnya tertabrak atau tidak, kami belum begitu tahu. Yang jelas pintu sudah mulai menutup, yang bersangkutan tidak masuk. Mungkin terkena pintu, kemudian terpental kembali ke belakang dan jatuh,” katanya.
Ia juga belum memastikan secara detail kondisi luka yang korban alami. Informasi sementara menyebutkan korban mengalami luka pada bagian kaki.
Namun, pihak Trans Semarang masih menunggu keterangan lengkap dari petugas yang melakukan pendampingan di rumah sakit.
“Kondisi luka, dari informasi yang kami terima ada di bagian kaki. Detailnya seperti apa, saat ini kami masih menunggu informasi petugas yang mendampingi di RS Kariadi,” ujarnya.
Usai insiden, Sumiyem langsung mendapatkan penanganan medis dan kini menjalani perawatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang.
Manajemen Trans Semarang bersama operator pemilik armada mengaku telah melakukan pendampingan terhadap korban dan keluarganya.
Haris mengatakan pihaknya juga berkoordinasi dengan Jasa Raharja terkait pembiayaan kecelakaan tersebut.
“Manajemen Trans Semarang dan pihak operator melakukan pendampingan di Rumah Sakit Kariadi. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak terkait dengan Jasa Raharja,” katanya.
Menurut dia, Jasa Raharja menyatakan akan memberikan perlindungan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Alhamdulillah dari pihak Jasa Raharja berkenan meng-cover kejadian laka ini. Saat ini kami sedang berkoordinasi dengan pihak keluarga korban,” ujarnya.





