Peristiwa

Lansia Jatuh dan Terlindas Bus Trans Semarang di Halte Pemuda, Begini Kronologinya

×

Lansia Jatuh dan Terlindas Bus Trans Semarang di Halte Pemuda, Begini Kronologinya

Sebarkan artikel ini
Dishub Review Ulang Layanan Trans Semarang, Operator Bandel Bakal Diputus Kontrak
BRT Trans Semarang menunggu antrean di Shelter Jalan Pemuda Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Insiden kecelakaan melibatkan seorang penumpang dan armada Trans Semarang terjadi di Halte BRT Balai Kota, Jalan Pemuda, Kota Semarang, Jumat pagi, 21 Agustus 2026.

Perempuan lansia bernama Sumiyem (61), warga Kemijen, Semarang Timur, mengalami kecelakaan saat berusaha masuk ke dalam bus Trans Semarang yang sudah menyelesaikan proses naik-turun penumpang.

Berdasarkan keterangan sementara manajemen Trans Semarang dan rekaman CCTV armada, Sumiyem berlari ke arah bus ketika armada sudah mulai bergerak perlahan dan pintu sedang dalam proses menutup.

Upaya masuk ke dalam bus tersebut berakhir dengan kecelakaan. Korban jatuh, terpental pintu Trans Semarang yang menutup hingga jatuh ke jalanan. Saat terjatuh, kuat dugaan Sumiyem mengalami luka, terutama pada bagian kaki akibat terlintas armada.

BACA JUGA: Perbaikan 3 Sekolah di Semarang Ditunda, Klaim Bukan Dampak Efisiensi Tapi Khawatir Pengerjaan Mepet 

Kepala BLUD Trans Semarang, Haris Setyo Yunanto, membenarkan adanya insiden tersebut.

“Informasi yang kami terima memang betul adanya terjadi laka penumpang Trans Semarang pagi tadi sekitar jam 06.00. Tepatnya di Halte Balai Kota,” kata Haris melalui sambungan telepon, Jumat, 21 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, berdasarkan laporan petugas di lapangan dan rekaman CCTV, bus telah selesai menaik turunkan penumpang sebelum insiden terjadi.

“Berdasarkan keterangan petugas kami di lapangan dan CCTV armada, armada sudah selesai menaik-turunkan penumpang dan pintu bus sudah mulai perlahan menutup. Tiba-tiba yang bersangkutan lari ke arah bus, sehingga tidak dapat mendarat dengan sempurna dan terjadilah laka itu,” ujarnya.

Bus Sudah Bergerak Perlahan

Haris mengatakan korban sebelumnya menggunakan Trans Semarang Koridor 2. Sumiyem kemudian transit di Halte Balai Kota dan berencana melanjutkan perjalanan menuju Terminal Mangkang.

Dalam rekaman CCTV yang manajemen terima, bus yang korban tuju merupakan armada Trans Semarang Koridor 1 dengan tujuan Mangkang.

Ketika korban berusaha mengejar armada, bus sudah mulai bergerak perlahan dari halte.

“Dari CCTV armada, bus sebenarnya sudah mulai jalan pelan dan pintu sudah mulai menutup. Tiba-tiba ibu itu lompat dari halte ke arah armada,” katanya.

Petugas di sekitar lokasi sudah berupaya menangkap dan menahan korban. Namun upaya tersebut tidak berhasil karena peristiwa berlangsung cepat.

“Bisa di bilang memaksa masuk. Petugas kami yang hendak menangkap pun juga tidak bisa. Akhirnya ibu itu jatuh,” ujar Haris.

Manajemen Trans Semarang belum memastikan secara detail apakah korban tertabrak bagian armada atau mengalami benturan dengan pintu bus sebelum terjatuh.

Menurut Haris, pihaknya masih mengandalkan pemeriksaan CCTV dan keterangan petugas untuk memperjelas seluruh rangkaian kejadian.

“Kalau detailnya tertabrak atau tidak, kami belum begitu tahu. Yang jelas pintu sudah mulai menutup, yang bersangkutan tidak masuk. Mungkin terkena pintu, kemudian terpental kembali ke belakang dan jatuh,” katanya.

Ia juga belum memastikan secara detail kondisi luka yang korban alami. Informasi sementara menyebutkan korban mengalami luka pada bagian kaki.

Namun, pihak Trans Semarang masih menunggu keterangan lengkap dari petugas yang melakukan pendampingan di rumah sakit.

“Kondisi luka, dari informasi yang kami terima ada di bagian kaki. Detailnya seperti apa, saat ini kami masih menunggu informasi petugas yang mendampingi di RS Kariadi,” ujarnya.

Usai insiden, Sumiyem langsung mendapatkan penanganan medis dan kini menjalani perawatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang.

Manajemen Trans Semarang bersama operator pemilik armada mengaku telah melakukan pendampingan terhadap korban dan keluarganya.

Haris mengatakan pihaknya juga berkoordinasi dengan Jasa Raharja terkait pembiayaan kecelakaan tersebut.

“Manajemen Trans Semarang dan pihak operator melakukan pendampingan di Rumah Sakit Kariadi. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak terkait dengan Jasa Raharja,” katanya.

Menurut dia, Jasa Raharja menyatakan akan memberikan perlindungan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Alhamdulillah dari pihak Jasa Raharja berkenan meng-cover kejadian laka ini. Saat ini kami sedang berkoordinasi dengan pihak keluarga korban,” ujarnya.

Pembahasan Penyelesaian Tunggu Korban Pulang

Manajemen Trans Semarang menyatakan belum mengambil kesimpulan terkait tanggung jawab atas insiden tersebut.

Haris menilai seluruh pihak masih perlu menunggu hasil pendalaman fakta dan kondisi korban. Ia menegaskan manajemen tidak ingin terburu-buru menyalahkan satu pihak.

“Kalau kita tanya kesalahan, ya semuanya salah. Kita tidak bisa bilang salah si A atau si B. Yang jelas dari rekaman CCTV seperti itu,” katanya.

Pihak keluarga korban juga belum membahas lebih jauh terkait penyelesaian insiden tersebut.

Menurut Haris, pembicaraan akan terlaksana setelah korban selesai menjalani perawatan dan pulang dari rumah sakit.

“Kami sudah mendapat informasi bahwasanya untuk penyelesaian perkara baru akan kita diskusikan pasca korban pulang dari rumah sakit,” ujarnya. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp