Jateng

Latihan Gabungan TNI-Australia di Semarang, Ada Simulasi Perang hingga Evakuasi Helikopter

×

Latihan Gabungan TNI-Australia di Semarang, Ada Simulasi Perang hingga Evakuasi Helikopter

Sebarkan artikel ini
Latihan Bersama (Latma) Wirra Jaya 2026 Prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dan Australian Defence Force (ADF) di Lapangan Tembak Tembalang, Semarang, Jumat, 9 Oktober 2026 siang. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)
Latihan Bersama (Latma) Wirra Jaya 2026 Prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dan Australian Defence Force (ADF) di Lapangan Tembak Tembalang, Semarang, Jumat, 9 Oktober 2026 siang. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Suara tembakan bertubi-tubi memecah suasana Lapangan Tembak Tembalang, Semarang, Jumat siang, 9 Oktober 2026. Prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dan Australian Defence Force (ADF) bergerak dalam satu tim.

Mereka bergabung menyergap posisi musuh, terlibat pertarungan jarak dekat. Selain itu juga mengevakuasi prajurit yang terluka menggunakan helikopter. Ini merupakan simulasi perang Latihan Bersama (Latma) Wirra Jaya 2026.

Latma Wirra Jaya merupakan latihan tahunan antara Australian Army dan TNI AD yang diselenggarakan secara bergantian di Indonesia dan Australia. Pada 2026, latihan berlangsung di Semarang pada 18 September-9 Oktober 2026.

Simulasi tersebut menjadi bagian dari culminating activity atau kegiatan puncak latihan yang memperlihatkan hasil pelatihan sekaligus kemampuan interoperabilitas prajurit kedua negara. Dalam skenario itu, pasukan gabungan harus mendeteksi keberadaan musuh, mendekati sasaran, membersihkan posisi yang dikuasai lawan, serta menangani korban di tengah operasi.

BACA JUGA: Kisah Juhari Putra Pahlawan Angkatan Muda, Ayah Gugur Ditembak Tentara Jepang di Pertempuran Lima Hari Semarang

Army Attache Australia, Kolonel David Gandy, mengatakan, skenario awalnya dengan keberadaan sekitar lima personel yang menempati posisi musuh. Pasukan gabungan yang terdiri atas sekitar 30 personel Indonesia dan Australia kemudian melakukan patroli untuk mencari dan memastikan lokasi sasaran menggunakan drone.

“Pasukan berpatroli menggunakan drone untuk memastikan lokasi musuh. Setelah mengetahui posisinya, mereka memberikan tembakan langsung untuk memperlambat pergerakan musuh,” kata David.

Setelah mengetahui posisi lawan, pasukan melancarkan tembakan langsung untuk menekan pergerakan musuh. Prajurit Australia dan Indonesia selanjutnya bergerak mendekati sasaran dan membersihkan posisi lawan satu per satu.

“Menurut saya, kegiatan yang terakhir ini bisa memperlihatkan bagaimana Australia bersama dengan TNI bisa membersihkan rumah-rumah dan posisi musuh secara sangat efektif dan lancar,” kata David.

Menurut David, rangkaian tersebut menunjukkan kemampuan prajurit dalam mengintegrasikan taktik tempur, penggunaan teknologi, dan penanganan korban dalam satu operasi.

BACA JUGA: Sosok Kezia Syifa, Cewek 20 Tahun Viral Gabung Tentara AS

Dia menilai latihan puncak itu juga memperlihatkan, bahwa prajurit kedua negara mampu bekerja sama tanpa perbedaan berarti dalam pelaksanaan tugas di lapangan.

“Tujuan latihan ini adalah interoperabilitas yang sangat baik. Menurut saya, tujuan itu sudah tercapai,” ucap David.

Dia berharap kerja sama pelatihan dapat memperkuat hubungan militer Indonesia dan Australia. Sekaligus meningkatkan kemampuan prajurit dalam menghadapi berbagai situasi operasi.

BACA JUGA: Buka-bukaan Kasus Perundungan Aqib di Pemalang! Ibu Ungkap Keseharian, Rajin Ibadah hingga Perilaku Berubah

“Saya sangat bangga bahwa latihan ini dapat dilaksanakan dengan lancar dan aman,” katanya.

Latihan gabungan tersebut melibatkan 125 personel Indonesia dari empat komando daerah militer (Kodam), yakni Kodam Jaya, Kodam III/Siliwangi, Kodam IV/Diponegoro, dan Kodam V/Brawijaya.

Sementara itu, pihak Australia mengerahkan 77 personel untuk mengikuti rangkaian latihan bersama tersebut.

Prajurit Hadapi Pertarungan Jarak Dekat hingga Evakuasi Korban

Simulasi tidak hanya menguji kemampuan menembak dan pergerakan taktis, tetapi juga kesiapan prajurit menghadapi situasi ketika senjata tidak dapat digunakan. Dalam kondisi tersebut, personel harus mengandalkan kemampuan bela diri untuk menghadapi lawan dalam pertarungan jarak dekat.

Adegan pertarungan satu lawan satu menjadi salah satu bagian latihan. Prajurit juga mempraktikkan teknik bela diri taktis dan pergerakan bersama rekan untuk melumpuhkan lawan, baik tanpa maupun dengan penggunaan kekuatan yang dapat berakibat fatal sesuai skenario latihan.

BACA JUGA: Aqib Ungkap Ciri-ciri 3 Terduga Pelaku Perundungan, Ibu: Yang Ketiga Tunjuk Kaus Hitam 

Letda Inf. Rangga Dwika, salah satu peserta dari Batalyon Infanteri 500/Sikatan Surabaya, mengatakan, materi bela diri taktis yang dipelajari mencakup teknik melumpuhkan lawan sekaligus pentingnya dukungan antarprajurit ketika menghadapi ancaman.

“Dalam materi bela diri taktis, kami mempelajari bagaimana melumpuhkan lawan, baik tanpa maupun dengan tindakan yang dapat berakibat fatal. Di doktrin mereka [Australia], kita bertempur tidak pernah sendirian. Jadi, jangan pernah berpikir kalau menghadapi musuh itu selalu sendirian,” katanya.

Rangkaian simulasi berlanjut ketika dua personel pada situasi mengalami cedera. Tim kemudian meminta bantuan untuk mengevakuasi korban menggunakan helikopter yang mendarat di area latihan sebelum membawa personel terluka menuju fasilitas rumah sakit.

Evakuasi tersebut merupakan bagian dari skenario yang menguji kesiapan pasukan dalam menangani personel yang terluka saat operasi berlangsung.

Menurut Rangga, materi latihan mencakup penggunaan drone, kesehatan tempur, menembak, dan bela diri taktis. Prajurit kedua negara juga saling berbagi pengetahuan mengenai teknik dan prosedur dalam pelaksanaan tugas militer.

“Banyak ilmu ataupun materi yang sudah kami terima dari pihak Australia, begitu juga materi yang kami berikan kepada mereka. Harapannya, apa yang sudah pelajari bersama dapat menunjang kualitas latihan Angkatan Darat kedua negara,” kata Rangga.

Salah satu materi yang prajurit Indonesia pelajari, yakni teknik emergency reload. Ini merupakan pengisian ulang amunisi secara cepat, serta kemampuan berpindah sasaran ketika menembak.

“Di sini kami dapat pelajaran materi teknis, seperti emergency reload atau mengisi senjata dengan cepat, serta berpindah target dengan cepat,” ucap dia.

Pada penggunaan drone, peserta mempelajari tahapan pre-flight check, yakni pemeriksaan sebelum perangkat yang terbang untuk memastikan kesiapan operasional.

Adapun dalam materi bela diri, prajurit mempelajari program Army Combat Program (ACP) milik Australia. Materi tersebut menekankan kemampuan melumpuhkan lawan sekaligus pentingnya dukungan antarprajurit ketika menghadapi ancaman.

Pertukaran Taktik Tempur dan Medis

Selain taktik tempur, latihan bersama juga menitikberatkan penanganan korban dalam situasi pertempuran melalui materi Tactical Combat Casualty Care (TCCC), yakni penanganan medis bagi personel yang mengalami cedera dalam kondisi tempur.

PVT Watler, personel Australia yang bertugas dalam tim medis, mengatakan, dia ikut memastikan kondisi prajurit tetap sehat dan meminimalkan risiko cedera selama latihan berlangsung.

Dia mengapresiasi antusiasme prajurit Indonesia dalam mempelajari prosedur penanganan medis yang tim Australia berikan. Menurutnya, peserta mampu memahami dan mempraktikkan materi yang telah mereka ajarkan dengan baik.

Sementara itu, PVT Peterson dari Batalyon 57 Australia menyebut latihan di Indonesia juga memberinya kesempatan mempelajari taktik perang hutan, prosedur medis tempur, serta teknik bela diri yang TNI gunakan.

“Kami belajar taktik perang hutan, program medis atau pertolongan korban tempur, serta latihan bela diri taktis dari pihak Indonesia,” kata Peterson.

Pertukaran materi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapan personel kedua negara melalui pemahaman terhadap kemampuan dan prosedur masing-masing. (*)

Editor: Diaz A Abidin

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp