Namun, pembahasan tidak berhenti pada investasi. Tim Pegadaian juga mengingatkan peserta mengenai meningkatnya ancaman kejahatan digital yang kini banyak menyasar kalangan remaja.
Fenomena pinjaman online ilegal, judi online, hingga berbagai modus penipuan berbasis internet menjadi bagian penting dalam materi edukasi. Para siswa di ajak mengenali ciri-ciri penawaran investasi bodong, memahami risiko penyalahgunaan data pribadi, hingga pentingnya berpikir kritis sebelum melakukan transaksi digital.
Kepala SMAN 1 Pajangan, Siti Mahmudatul Banat, menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, pendidikan keuangan sudah menjadi kebutuhan yang harus diberikan kepada pelajar karena berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari.
“Pengetahuan keuangan dasar seperti ini sangat penting agar siswa tidak terjebak gaya hidup konsumtif. Dan memahami cara mengelola uang dengan benar sejak masih duduk di bangku sekolah,” katanya.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Diskusi berlangsung interaktif ketika siswa mulai menghubungkan materi yang diterima dengan kebiasaan mereka sehari-hari.
Bagi Rangga, salah seorang siswa kelas XI, edukasi tersebut mengubah pandangannya mengenai investasi.
“Dulu saya pikir investasi hanya untuk orang dewasa yang punya uang banyak. Ternyata lewat Tabungan Emas Pegadaian, kami yang masih sekolah juga bisa mulai investasi dari sisa uang jajan sekitar Rp10 ribu. Prosesnya juga mudah karena bisa lewat aplikasi,” ungkapnya. (*)





