SEMARANG, beritajateng.tv – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Semarang merilis Catatan Akhir Tahun (Catahu) 2024 dengan tema Obituari Demokrasi Menjaga Nyala, Menembus Kabur Gelap, di Gedung Monod Diephuis Kawasan Kota Lama Semarang, Jumat, 20 Desember 2024.
Dari catatan tersebut, sepanjang tahun 2024 LBH Semarang telah mendampingi 3.252 orang penerima manfaat advokasi secara langsung. Jumlah tersebut terlibat dalam 23 kasus.
“Kita mencatat ada 23 kasus yang didampingi oleh LBH Semarang secara langsung dalam kurun waktu 2024 ini dengan 3.252 penerima manfaat advokasi secara langsung,” kata Direktur LBH Semarang, Ahmad Syamsuddin Arief kepada beritajateng.tv di sela kegiatan.
Arief sapaannya menyebut, kasus yang masuk ke LBH Semarang di tahun 2024 memang mengalami sedikit penurunan dibanding tahun 2023. Tahun lalu, LBH Semarang mendampingi 36 kasus.
BACA JUGA: LBH APIK Semarang Catat 102 Kasus Kekerasan pada Perempuan dan Anak Selama 2024, KDRT Tertinggi
Akan tetapi, kata dia, skala kasus atau jumlah penerima manfaat di tahun 2024 mengalami peningkatan. Artinya, kasus di tahun 2024 cenderung berskala besar dan satu pengaduan bisa terdiri dari banyak penerima manfaat.
“Secara pendampingan menurun, tapi tahun ini kasusnya besar-besar. Semua masih on process. Mayoritas kasus ada isu buruh, isu perampasan ruang hidup, dan isu kebebasan sipil,” lanjut Arief.
Ia mencontohkan, kasus yang melibatkan buruh antara lain pemutusan hubungan kerja (PHK) masal dan pemberangusan paksa serikat buruh atau union busting.
Menurut Arief, hal itu adalah dampak dari UU Cipta Kerja. Padahal, Jokowi menjanjikan UU Cipta Kerja dapat membuka banyak lapangan pekerjaan.
“Tapi nyatanya di tahun 2024 ini PHK masal, UMP Jawa Tengah terendah di Indonesia. Artinya ada upaya-upaya untuk menarik investor tapi di sisi lain buruh semakin dikekang dan di PHK,” katanya.
Hancurnya demokrasi di Indonesia
Terkait tema Catahu 2024 yaitu Obituari Demokrasi, Arief menjelaskan jika tema tersebut menggambarkan kondisi demokrasi Indonesia di tahun 2024. Dalam kata lain, demokrasi Indonesia telah tercerabut dari akarnya.
BACA JUGA: Tak Puas Alasan Polisi Soal Kasus Tewasnya Siswa SMK Semarang, LBH Petir Minta Kapolri Turun Tangan
Tema itu menyambung tema Catahu 2024 yaitu Megatruh Demokrasi atau ancaman bagi nyawa dan ruh dekokrasi akan tercerabut.
“Kondisinya hari ini demokrasi benar-benar sudah tercerabut. Sosial politik saat ini terjadi bagaimana dinasti politik Jokowi berlanjut ke Prabowo dengan anaknya Jokowi, itu menambah kekisruhan, makin menambah perampasan hak asasi manusia khususnya di Jawa Tengah,” tukasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





