Jateng

Libur Sekolah Justru Bikin Sampah Semarang Turun 70 Ton per Hari, DLH Ungkap Penyebabnya

×

Libur Sekolah Justru Bikin Sampah Semarang Turun 70 Ton per Hari, DLH Ungkap Penyebabnya

Sebarkan artikel ini
TPA Jawa Tengah | Libur Sekolah Justru Bikin Sampah Semarang Turun 70 Ton per Hari, DLH Ungkap Penyebabnya
Tumpukan sampah di TPA Jatibarang Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Masa libur sekolah ternyata membawa dampak positif terhadap pengelolaan sampah di Kota Semarang.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang mencatat volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang justru turun rata-rata 69,59 ton per hari selama periode libur sekolah 22 Juni hingga 13 Juli 2026.

Penurunan tersebut menjadi sinyal bahwa aktivitas rumah tangga memiliki pengaruh besar terhadap produksi sampah harian di Kota Semarang.

DLH pun berharap tren ini tidak hanya terjadi saat musim liburan, tetapi bisa bertahan melalui perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah.

Kepala DLH Kota Semarang, Glory Nasarani, mengatakan selama tiga pekan libur sekolah rata-rata sampah yang masuk ke TPA Jatibarang mencapai 865,78 ton per hari. Angka itu lebih rendah dari tiga pekan sebelum liburan yang mencapai rata-rata 935,38 ton per hari.

“Selama masa libur sekolah, rata-rata volume sampah yang masuk ke TPA turun sekitar 69,59 ton per hari. Ini menunjukkan ada perubahan pola aktivitas masyarakat yang berdampak pada jumlah sampah yang di hasilkan,” ujar Glory, Minggu, 19 Juli 2026.

Ia menjelaskan, sebelum masa liburan, rata-rata sampah yang masuk ke TPA mencapai 935,38 ton per hari, bahkan pada hari tertentu sempat menyentuh 1.058 ton.

Menurut Glory, berkurangnya volume sampah terutama dipengaruhi menurunnya aktivitas rumah tangga, khususnya kegiatan memasak yang menjadi penyumbang terbesar sampah organik.

“Kami melihat penurunan ini didominasi dari sampah rumah tangga. Saat libur sekolah, aktivitas memasak di rumah cenderung berkurang sehingga limbah sisa makanan yang dihasilkan juga ikut menurun,” jelasnya.

BACA JUGA: Antisipasi 3,7 Juta Ton Timbunan di TPA Jatibarang, Pemkot Semarang Genjot Pengolahan Sampah jadi Energi Listrik 

DLH juga melakukan evaluasi terhadap sumber sampah dari sektor lain. Hasilnya, volume sampah yang berasal dari pusat perbelanjaan, hotel, maupun destinasi wisata relatif stabil dan tidak mengalami peningkatan signifikan selama musim liburan.

“Setelah kami lakukan pengecekan, sampah dari mal, hotel, maupun tempat wisata tidak menunjukkan perubahan berarti. Artinya, penurunan volume sampah lebih banyak berasal dari sektor rumah tangga,” katanya.

Glory menambahkan, komposisi sampah yang paling banyak masuk ke TPA Jatibarang masih di dominasi sampah organik atau sisa makanan. Karena itu, ia menilai upaya pengurangan sampah harus mulai dari rumah.

DLH terus mengajak masyarakat membiasakan memilah sampah sejak dari sumbernya. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos. Sedangkan sampah anorganik dapat di salurkan ke bank sampah agar memiliki nilai ekonomi dan tidak seluruhnya berakhir di TPA.

“Kami berharap tren penurunan ini tidak berhenti setelah libur sekolah usai. Budaya memilah dan mengolah sampah harus menjadi kebiasaan masyarakat sehingga beban TPA Jatibarang dapat terus berkurang,” tegas Glory.

Ia juga mendorong peran keluarga, kelompok PKK, serta komunitas lingkungan untuk semakin aktif mengedukasi masyarakat mengenai pengelolaan sampah berbasis rumah tangga.

“Kalau kebiasaan memilah sampah bisa berjalan secara konsisten, dampaknya tidak hanya mengurangi volume sampah. Tetapi juga menjaga kualitas lingkungan dan memperpanjang usia layanan TPA Jatibarang,” pungkasnya. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp