Pengalaman interaktif turut terhadirkan melalui photobooth Aves dan Kapibara, feeding dan foto bersama Ceko serta Aviary, hingga feeding kambing, kura-kura, dan ikan koi.
Suasana acara semakin meriah dengan berbagai hiburan keluarga seperti drama musikal, drama teatrikal, mini karnaval, dan flashmob yang berlangsung sepanjang event.
Leonardus berharap kegiatan ini dapat memperluas pemahaman masyarakat bahwa kebun binatang tidak hanya berfungsi sebagai destinasi rekreasi, tetapi juga sarana edukasi konservasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“Pesona Gembira Loka kami hadirkan agar masyarakat dapat merasakan pengalaman edukasi satwa lebih dekat, interaktif, dan menyenangkan. Kami ingin menunjukkan bahwa kebun binatang bukan hanya tempat rekreasi, tetapi juga ruang belajar mengenai konservasi dan kesejahteraan satwa,” tuturnya.
Keunikan lain yang ditawarkan dalam Pesona Gembira Loka adalah sistem tiket masuk yang berbeda dari kebanyakan pameran satwa.
Leonardus menjelaskan, biaya Rp30.000 yang pengunjung bayarkan bukan tiket hangus. Melainkan voucher yang dapat digunakan untuk mengikuti berbagai aktivitas berbayar di area pameran.
“Tiket atau voucher masuknya itu bukan uang mati. Jadi itu semacam deposit untuk aktivitas-aktivitas berbayar yang ada di dalam pesona,” ujarnya.
BACA JUGA: Temukan Benda Mirip Granat Saat Bersihkan Kebun, Warga Getasan Semarang Lapor Polisi
Dengan konsep tersebut, pengunjung pada dasarnya mendapatkan akses masuk gratis. Sementara nominal yang dibayarkan dapat ditukar dengan berbagai pengalaman interaktif selama acara berlangsung.
“Jadi memang hitungannya itu masuknya gratis. Cuma Rp30.000-nya itu nanti bisa ditukarkan dengan berbagai macam aktivitas yang ada di dalam,” tambahnya.
Pada masa presale, masyarakat dapat memperoleh voucher Rp30.000 untuk akses masuk dua orang. Sedangkan selama penyelenggaraan acara, tarif Rp30.000 berlaku untuk satu orang pengunjung. (*)
Editor: Farah Nazila





