Ekbis

Lihat Peluang Cuan pada Sebatok Kelapa Muda, Begini Kisah Pengusaha Olahan Kelapa Asal Semarang, Boleh Dicoba!

×

Lihat Peluang Cuan pada Sebatok Kelapa Muda, Begini Kisah Pengusaha Olahan Kelapa Asal Semarang, Boleh Dicoba!

Sebarkan artikel ini
bisnis olahan kelapa muda
bisnis olahan kelapa muda

SEMARANG, beritajateng.tv – Siapa yang tak suka dengan kelapa muda? Minuman yang banyak tersebar di negara tropis ini menjadi favorit banyak kalangan. Selain karena mampu mengganti cairan tubuh dan mencegah dehidrasi, air kelapa juga konon memiliki khasiat yang baik untuk tubuh. Oleh karenanya, bisnis olahan kelapa muda menjadi marak di wilayah tersebut.

Potensi inilah yang kemudian dilihat oleh pengusaha Rudi Nopianto (40). Pria asal Sumatera tersebut merintis bisnis olahan kelapa muda sejak Lebaran 2022 lalu.

Meskipun tergolong baru, nampak banyak buah kelapa berjejer di kediamannya yang sekaligus jadi tempat produksi di perumahan Sambiroto Baru, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang itu.

Ia bercerita awal mulanya memilih bisnis olahan kelapa muda sebagai pencahariannya. Dengan ramah, Rudi menuturkan bahwa tak mudah awalnya dalam merintis usaha kelapa muda tersebut.

“Jadi usaha ini saya mulai itu sebenarnya setelah Lebaran tahun lalu, cuma saya susun-susun semua plan-plannya dulu kan harus persiapan mateng ya. Jadi sampai semuanya bisa ramai itu sekitar enam bulan yang lalu,” ungkap Rudi kepada awak beritajateng.tv, Minggu (11/6/2023).

BACA JUGA: Salah Satunya Mirip Gado-Gado, Ini Rekomendasi Makanan Khas Bali di Kota Semarang, Mau Coba?

Siapkan banyak hal untuk bisnis olahan kelapa muda pertama

Ia menyebut, dirinya mempersiapkan banyak hal terutama pengadaan mesin dan peralatan lain. Bisnis ini merupakan kali pertama baginya dalam mengolah kelapa.

“Enam bulan yang lalu itu saya persiapannya juga ada, karena saya harus pengadaan macem-macem seperti mesin. Terus hal-hal lain yang mendukung untuk kinerja di sini. Jadi otomatis saya menyiapkan itu satu demi satu secara bertahap, karena ini hal baru buat saya,” terang Rudi.

Ide brilian Rudi ini berangkat dari sosoknya yang melihat bahwa kelapa muda ini sudah jadi minuman masyarakat sejak zaman dahulu.

Namun, masih sedikit yang melihat peluang dari kelapa muda yang bisa mendatangkan omzet di bidang usaha. Itu sebabnya Rudi menggagas bisnis olahan kelapa muda yang produknya ia kemas menjadi lebih menarik.

“Kelapa muda itu kan minuman rakyat dari dulu ya, dari zaman dulu kita sudah mengonsumsi dan itu tidak asing,” tutur Rudi.

“Nah hanya saja saya melihat ini ada peluang atau komoditi yang sekiranya akan lebih bagus kalau saya packaging lebih baik. Valuenya nanti dengan memberikan kemasan yang lebih baik untuk customer,” imbuhnya.

BACA JUGA: Lagi Liburan ke Semarang? Coba Makan Seafood di Kampung Laut Semarang, Dijamin Syahdu!

Nekat rintis usaha meski tak punya skill mengolah kelapa

Baginya, keinginan yang kuat merupakan modal utama dalam merintis usaha. Termasuk dalam usaha bertajuk ‘Coconutku’ yang saat ini sedang ia kelola.

“Terus terang saya merintis dari terjun langsung ya. Saya tidak memiliki skill di bidang kelapa muda. Tapi saya ingin sekali kelapa muda ini diangkat menjadi produk yang bermanfaat untuk orang banyak dan packing lebih bagus lagi,” tuturnya.

Rudi mengaku ia memulainya secara sendirian. Tak ada seorang karyawan yang membantu pada awalnya. Mesin pencari Google-lah yang menjadi andalannya.

“Apa saja yang saya perlukan, mungkin bisa saya dapatkan di sana (Google). Namun sedikit demi sedikit saya mempelajari, bisa terkumpul lah semua pengetahuan yang dibutuhkan untuk itu,” ungkapnya.

Alih-alih merasa kesulitan, ia merasakan keseruan saat merintis bisnis olahan kelapa muda itu. Dalam merekrut karyawan pun ia tak melayangkan syarat wajib untuk memiliki pengalaman. Kemauan belajar dan bekerja jadi yang utama baginya.

“Jadi bagaimana mengawalinya ya seru lah, karena saya terjun sendiri. Dari mulai memilih kelapa, saya tidak ada skill di bidang itu. Kalau ini kan ilmu baru bagi saya. Yang penting mereka (karyawan) mau bekerja dan saya ajari caranya,” ungkapnya.

BACA JUGA: Berawal Uang Rp 1.000 Kelapa Sawit, Aryo Buka Toko Jual Beli Uang Kuno Satu-satunya di Semarang

Berapa lama kelapa muda dapat bertahan? Ini penjelasannya!

Kepada awak beritajateng.tv Rudi mengungkapkan caranya menyimpan kelapa muda. Sebab kelapa muda sebagai barang alam tidaklah mungkin luput dari kebusukan. Sehingga ia punya cara tersendiri dalam menyiasati hal itu.

“Barang alam pasti mengalami kebusukan. Kita menyiasatinya dengan memasukkan kelapa muda itu ke dalam pendingin. Nah itu bisa menunda proses pembusukan, sama seperti sayuran, dll. Cepat atau tidaknya bergantung dari penyimpan,” tandasnya.

“Kedua, kelapa muda itu bisa pecah sendiri. Ketika dia pecah itu dia hanya dua sampai tiga hari bertahan. Kalau misalnya tidak pecah, dia bisa sampai 15 hari disimpan dalam chillernya, 0-8 derajat,” pungkasnya.

Demikian informasi mengenai sepak terjang bisnis olahan kelapa muda ‘Coconutku’ milik Rudi. Bagaimana, Anda ingin menjajal peluang bisnis tersebut? (*)

Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp