Jateng

Longsor Ancam Rumah Warga, DPRD Kabupaten Semarang Soroti Lambannya Penanganan

×

Longsor Ancam Rumah Warga, DPRD Kabupaten Semarang Soroti Lambannya Penanganan

Sebarkan artikel ini
kabupaten semarang
Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Semarang saat meninjau lokasi longsor di lingkungan Dusun Bandungan, Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Rabu, 25 Februari 2026. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Komisi C DPRD Kabupaten Semarang menyoroti penanganan tanah longsor yang kian meluas di wilayah Dusun Bandungan, Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang.

Karena, sejak kali pertama terjadi pada tahun 2022 silam, tanah longsor di wilayah dusun ini terus meluas. Saat ini bahkan kian mengancam bangunan rumah dan kawasan pemukiman warga.

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Semarang, Wisnu Wahyudi mengungkapkan, melihat kondisi terkini dampak tanah longsor di lingkungan Dusun Bandungan, Desa Kalongan cukup miris.

Karena longsor yang masih sering terjadi saat intensitas hujan tinggi, tidak saja menggerus tanah dan kebun mikik warga. Namun juga semakin mendekat ke arah pemukiman hingga beberapa bangunan warga terancam.

“Karena jarak mahkota longsor dengan bangunan rumah warga saat ini hanya tinggal sekitar 20 meter saja,” ungkapnya, di Ungaran, Kabupaten Semarang, Rabu 25 Februari 2026.

Wisnu menyebut, awalnya bibir jurang yang terbentuk akibat tanah longsor ini berjarak sekitar 100 meter dengan bangunan rumah warga. Namun karena masih berlanjut kini kian mendekat ke arah pemukiman warga.

BACA JUGA: Minim Resapan Air, Tanah Longsor Terjadi 55 Kali di Semarang Sejak Januari 2026

Tetapi langkah-langkah intensif penanganan di lokasi tersebut sampai saat ini belum ada. Misalnya bagaimana untuk mencegah agar area yang longsor tidak semakin meluas, bagaimana solusi permasalahan yang ada.

“Karena upaya yang dilakukan oleh pemerintah selama ini masih sebatas kajian-kanian, tetapi bagaimana eksekusi untuk penanganan belum juga diputuskan dan belum ada jawabannya,” tegasnya.

Wisnu menyampaikan, hari ini rombongan Komisi C DPRD Kabupaten Semarang melakukan pemantauan ke sejumlah infrastruktur yang terdampak oleh bencana alam. Salah satunya di Dusun Bandungan.

Berdasarkan pengamatan anggota Komisi C, dampak tanah longsor ini tidak hanya kian mengancam bangunan rumah warga, namun juga mulai mengakibatkan jalan lingkungan pemukiman warga mulai terdampak.

Ada jalan lingkungan yang berjarak sekitar 50 meter dari titik longsor juga mulai retak-retak. Demikian haknya lahan-lahan tanaman di sekitarnya juga sudah mengalami rekahan.

Artinya, potensi untuk terus menggerus dan meluas ke arah barat (pemukiman warga) semakin besar. “Kondisi seperti ini belum ada upaya- upaya apa pun untuk mengantisipasi agar longsor tidak semakin meluas,” tambahnya.

Wisnu juga menegaskan, terkait dengan penanganan longsor di Desa Kalongan ini butuh kehadiran pemerintah untuk menjawab kekhawatiran warga. Selain itu ancamannya juga sudah di depan mata.

Dari kegiatan peninjauan ini, Komisi C juga sudah mendapatkan masukan jika pemerintah telah menyiapkan siteplan lokasi untuk hunian sementara (huntara) di lingkungan Dusun Dampu, juga di wilayah Desa Kalongan.

“Tetapi kalau longsor yang masih terjadi dan terus meluas ini tidak disikapi dampaknya juga tidak kalah ngeri, akan banyak lagi warga sekitar lokasi yang terdampak,” tegasnya.

Hal ini diamini oleh anggota Komisi C DPRD Kabupaten Semarang, Gunawan Tri Rahmadi. Menurutnya, saat ini sebagian warga pemilik lahan di sekitar lokasi juga sudah kehilangan aset berupa kebun dan lahan mereka.

BACA JUGA: Jembatan Putus Gegara Longsor, 800 Jiwa Warga Desa Duren Semarang Sempat Terisolasi

Karena sebagian telah tergerus oleh pergerakan tanah dan longsor yang semakin meluas. Di satu sisi tanpa ada upaya untuk menanggulangi potensi kerusakan lingkungan yang lebih besar tidak bisa dihindari.

Karena tanah longsor ini sudah menghancurkan dan memutus jalan utama alternatif Ungaran, Kabupaten Semarang dengan Mranggen, Kabupaten Demak.

“Sehingga Pemkab Semarang harus mengalihkan ruas jalan penghubung antar daerah yang terdampak tersebut ke titik lain yang relatif lebih aman dari ancaman longsor,” tandasnya. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp