SEMARANG, beritajateng.tv — Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, pada Jumat, 3 April 2026 malam, mengakibatkan tanah longsor yang merusak dua rumah warga di Desa Kebondowo.
Peristiwa terjadi di RT 04/RW 12, Dusun Kebonsari. Dua rumah milik Amin dan Tunini mengalami kerusakan setelah terdampak longsor dan ambrolnya talut jalan di atas permukiman tersebut.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian materi perkiraan mencapai Rp75 juta.
Selain di Desa Kebondowo, longsor juga terjadi di sejumlah titik di Desa Wirogomo, yakni di Dusun Tlumpak, Dusun Seseh, dan Dusun Pule. Material longsor sempat menutup akses jalan utama di wilayah tersebut.
BACA JUGA: Beredar Video Bencana Alam di Sejumlah Lokasi, BPBD Pastikan Longsor Sudah Tertangani
Namun, akses jalan kini telah kembali normal setelah penanganan menggunakan alat berat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang.
Penanganan juga berlangsung terhadap dua rumah warga terdampak di Dusun Kebonsari akibat talut jalan yang ambrol.
Ketua PMI Kecamatan Banyubiru, Probo Dewi Susetyowati, mengungkapkan hasil asesmen di lokasi menunjukkan longsor dipicu oleh tersumbatnya saluran air.
“Hujan deras disertai angin menyebabkan sejumlah pohon pisang tumbang. Beberapa batang pohon tersebut menutup saluran air,” ujarnya, Sabtu, 4 April 2026.
BACA JUGA: 30 Titik Longsor Terjang Kabupaten Semarang, Sejumlah Jalan Harus Relokasi
Akibatnya, saluran air tersumbat dan air hujan meluap ke permukaan jalan hingga menggerus talut penyangga jalan.
Material longsor dan puing talut yang ambrol kemudian menerjang dua rumah warga yang berada di bawahnya sehingga menyebabkan kerusakan.
Sebagai bentuk kepedulian, PMI Banyubiru telah menyalurkan bantuan kepada warga terdampak. “Bantuan berupa sembako untuk membantu kebutuhan harian warga yang rumahnya terdampak,” jelas Probo.
PMI berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban warga sembari proses pemulihan pascabencana terus berjalan. (*)
Editor: Farah Nazila





