Jateng

LPK Quantum Telecommunication Buka Pelatihan Gratis Teknisi HP untuk Disabilitas

×

LPK Quantum Telecommunication Buka Pelatihan Gratis Teknisi HP untuk Disabilitas

Sebarkan artikel ini
LPK Quantum Telecommunication Buka Pelatihan Gratis Teknisi HP untuk Disabilitas
Foto bersama pembukaan pelatihan Teknisi Handphone bagi Disabilitas di kantor LPK Quantum Telecommunication Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – LPK Quantum Telecommunication Semarang menggelar Pelatihan Teknisi Handphone gratis bagi 10 penyandang disabilitas di Kota Semarang, Rabu, 17 Desember 2025.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi penyandang disabilitas.

Pelatihan bertajuk Dari Keterbatasan Menuju Kesempatan ini berlangsung selama tujuh hari, mulai 17-23 Desember 2025, di kantor LPK Quantum Telecommunication, Jalan Bina Remaja No. 4, Banyumanik.

Peserta tidak hanya berasal dari Kota Semarang, tetapi juga dari Salatiga dan Kabupaten Semarang.

Ketua LPK Quantum Telecommunication, Tomie Sudiarno, mengatakan pelatihan ini menjadi program perdana khusus bagi penyandang disabilitas. Seluruh rangkaian kegiatan diberikan secara gratis dengan dukungan mitra industri.

BACA JUGA: DPRD Semarang Dorong Perda Pesantren yang Lebih Inklusif dan Ramah Disabilitas

“Ini pelatihan pertama kami untuk teman-teman disabilitas dan semuanya gratis. Kami ingin memberi bekal nyata agar mereka bisa mandiri secara ekonomi,” kata Tomie di sela kegiatan.

Tomie menjelaskan, LPK Quantum Telecommunication sejatinya telah menyelenggarakan pelatihan teknisi handphone sejak 2012. Awalnya, pelatihan berlokasi di Jalan Gajah Raya, sebelum akhirnya pindah ke Banyumanik. Pesertanya pun datang dari berbagai daerah di Indonesia.

“Pelatihan reguler sudah lama kami jalankan. Kami siapkan mess gratis, kemudian magang. Bahkan kami bantu penyaluran kerja bagi peserta yang kesulitan akses pekerjaan,” ujarnya.

Gagasan pelatihan untuk disabilitas muncul setelah Tomie beberapa kali diminta menjadi pengajar bagi komunitas penyandang disabilitas. Dari pengalaman itu, ia melihat potensi besar jika pelatihan dilakukan secara terstruktur dan berkelanjutan.

“Dari situ saya berpikir, kenapa tidak kita adakan sendiri pelatihan gratis untuk disabilitas. Soal biaya, alhamdulillah bisa dibantu sponsor dan distributor handphone,” jelasnya.

Pelatihan ini terselenggara berkat dukungan BT ACC sebagai produsen baterai ponsel nasional, serta Braderpart dan sejumlah merek sparepart handphone lainnya. Kolaborasi tersebut memungkinkan pelatihan berjalan tanpa membebani peserta.

Dalam program ini, peserta dibekali keterampilan teknisi level satu. Materi difokuskan pada perbaikan ringan yang aplikatif, seperti mengganti baterai, LCD, konektor pengisian daya, dan kerusakan dasar lainnya.

Gratis dari pelatihan hingga buka usaha

“Kami mulai dari teknisi level satu agar mudah mereka pahami dan bisa langsung praktik. Kalau nanti di lapangan mereka berkembang, kami siap lanjutkan ke level dua, tiga, bahkan empat,” kata Tomie.

Usai pelatihan, peserta akan menjalani magang selama satu bulan. Setelah itu, LPK Quantum Telecommunication membantu membuka usaha servis handphone dari rumah masing-masing peserta, lengkap dengan pendampingan selama satu tahun.

“Kami pantau perkembangannya, kami evaluasi, dan kami laporkan ke dinas terkait. Harapannya, ini bisa jadi contoh dan menginspirasi pihak lain untuk melakukan hal serupa,” ujarnya.

Program ini dirancang berkelanjutan dan direncanakan berlangsung setiap tiga bulan sekali dengan kuota sekitar 10 peserta per angkatan.

LPK Quantum Telecommunication Buka Pelatihan Gratis Teknisi HP untuk Disabilitas
Salah satu peserta pelatihan teknisi handphone di LPK Quantum Telecommunication Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

Perwakilan Dinas Sosial Kota Semarang, Abdul Wahid, mengapresiasi inisiatif LPK Quantum Telecommunication. Menurutnya, kolaborasi dengan sektor swasta menjadi kunci dalam pemberdayaan penyandang disabilitas.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Di Jawa Tengah ada lebih dari 100 ribu penyandang disabilitas. Program seperti ini sangat membantu mewujudkan disabilitas yang inklusif dan berdaya,” katanya.

Semarang Kota Inklusif

Sementara itu, perwakilan Dinas Tenaga Kerja Kota Semarang, Tri Setyanto, menegaskan bahwa negara menjamin hak penyandang disabilitas melalui Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016.

“Hak mereka di jamin, mulai dari rekrutmen yang adil, akomodasi layak, upah setara, pengembangan karier, hingga perlindungan dari PHK. Bahkan ada kewajiban kuota 1 sampai 2 persen di perusahaan dan instansi pemerintah,” jelas Tri.

Ia menilai pelatihan ini menjadi contoh konkret peran swasta dalam mendukung kebijakan inklusivitas.

Dengan keterampilan yang tepat, penyandang disabilitas tidak hanya bisa bersaing di dunia kerja, tetapi juga membuka usaha sendiri.

“Ini sejalan dengan komitmen Wali Kota Semarang untuk menjadikan Semarang sebagai kota inklusif,” tambahnya.

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti pelatihan di LPK Quantum Telecommunication, Tomie menjelaskan pendaftaran dapat datang langsung ke lokasi. Peserta kurang mampu cukup menunjukkan surat keterangan tidak mampu, sementara pelatihan reguler juga tersedia bagi peserta umum.

“Kami ingin menunjukkan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berdaya. Dengan skill dan pendampingan, teman-teman disabilitas bisa mandiri dan berkiprah,” pungkas Tomie. (*)

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp