“Untuk panasnya sendiri, kalau dari data kami yang tercatat itu di bulan Oktober memang panas-panasnya untuk di wilayah Jawa Tengah khususnya di wilayah Kota Semarang,” ujar Rany.
Catatan BMKG menunjukkan suhu tertinggi di Kota Semarang pernah mencapai 39,5°C pada Oktober 2015. Data suhu maksimum tahun ini akan dirilis setelah akhir bulan lantaran rekapitulasi dilakukan bulanan.
“Berdasarkan data pengamatan kami sejak 2015, suhu tertinggi di bulan Oktober di Kota Semarang pernah mencapai 39,5 derajat,” ucapnya.
BACA JUGA: Kembali Latihan, Pemain Asing PSIS Adaptasi Cuaca Panas Semarang Lagi Usai Pulang Kampung
Rany menjelaskan, untuk pekan ini, BMKG belum dapat merilis suhu tertinggi harian secara resmi. Data suhu maksimum dan minimum baru akan diketahui setelah akhir bulan.
“Kalau untuk sepekan ini kita perlu lihat datanya dulu, karena biasanya memang kita kumpulkan data itu per hari dan untuk lihat maksimum minimumnya itu menunggu satu bulan habis dulu,” katanya.
Pantura jadi daerah di Jateng yang terpanas, BMKG sebut Kota Semarang salah satunya
Selain Kota Semarang, kabupaten/kota yang berlokasi di pesisir utara Jawa Tengah atau Pantura menjadi kawasan yang paling terasa panas sepanjang Oktober.
Rany menjelaskan suhu udara di kawasan pesisir secara umum cenderung lebih panas dibandingkan wilayah pegunungan. Kondisi ini terjadi karena letak geografisnya yang berdekatan dengan laut. Ia menambahkan, faktor angin laut ikut memperkuat sensasi panas di kawasan pesisir.
“Kalau dilihat, di Pantura itu memang sudah pasti lebih panas ketimbang Pegunungan Tengah. Selain dekat laut, angin dari laut juga cenderung kering. Jadi panasnya memang lebih terasa,” ujarnya.
Menurutnya, letak geografis menjadi faktor utama. Kawasan pesisir memiliki kelembapan udara yang lebih rendah daripada wilayah pegunungan, sehingga panas matahari terasa lebih menyengat.





