SEMARANG, beritajateng.tv – Pengusaha catering menyebut anggaran menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp10 ribu terbilang cukup. Asalkan, harga tersebut hanya untuk biaya makanan saja.
Ketua DPC Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI) Kota Semarang, Yanti M Sakoer menyatakan, harga Rp10 ribu dalam MBG cukup jika untuk food cost atau biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi.
“Kalau Rp10 ribu untuk food cost ya sudah mewah, sudah mencukupi untuk anak. Ada nasi, sayur, lauk hewani, lauk nabati, dan buah. Komponen ini sudah cukup,” ungkapnya saat beritajateng.tv temui, Kamis, 9 Januari 2025.
BACA JUGA: Program Makan Bergizi Gratis Mulai Berjalan, 200 Pengusaha Katering PPJI Semarang Siap Jadi Mitra
Namun, Yanti menggarisbawahi jika anggaran Rp10 ribu per porsi hanya akan cukup jika harga itu merujuk pada makanannya saja.
Selain itu, ongkos di luar makanan seperti proses produksi, sumber daya manusia, hingga pengantaran akan membutuhkan biaya yang lebih banyak.
“Tapi kalau Rp10 ribu udah include operasional, delivery, key faktor seperti gas, listrik, air, karyawan. Nah itu sangat minim,” sambungnya.
Penuhi gizi siswa
Lebih lanjut, Yanti tak begitu mempermasalahkan besaran anggaran Rp10 ribu per porsi. Ia menyambut baik program MBG ini asalkan dikelola dengan baik.
Menurutnya, selain bisa memberikan dampak positif bagi pengusaha katering, program andalan Prabowo-Gibran ini juga bisa memberikan asupan gizi mumpuni kepada para siswa.
“Yang patut disyukuri adalah, dulunya tidak ada sekarang ada. Itu udah bagus dan udah baik. Kalau benar-benar dilakukan secara kontinu pada penerima manfaat yang tepat dampaknya akan baik, karena anak-anak paling tidak makan bergizi satu kali sehari,” tandasnya.
Sementara itu, program MBG mulai berjalan di Kota Semarang mulai sejak Senin, 6 Januari lalu. Terdapat delapan sekolah yang menjadi proyek percontohan implementasi program MBG tahap pertama ini.





