SEMARANG, beritajateng.tv – Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengingatkan para pelaku UMKM berhati-hati adanya tawaran tender menjadi penyedia program makan bergizi dengan sejumlah iming-iming.
Hal itu menyusul maraknya penipuan di sejumlah daerah yang menyeret program makan bergizi gratis.
“Mungkin UMKM harus tanya ke pemerintah. Jangan percaya dengan tawaran-tawaran tender makan siang bergizi. Bisa konfirmasi kepada yang berwenang,” tutur Mbak Ita, sapaannya, Senin, 6 Januari 2025.
BACA JUGA: Mendikdasmen Tinjau Program Makan Bergizi Gratis untuk 2.679 Siswa di SMPN 12 Semarang
Mbak Ita menjelaskan, ada delapan sekolah yang menjadi pilot project proyek makan bergizi gratis di ibu kota Jawa Tengah. Seluruhnya langsung dari Badan Gizi Nasional.
Sementara, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang hanya menerima program tersebut yang langsung di salurkan kepada peserta didik.
“Ini langsung dari badan gizi. Kami hanya menerima, anak-anak mendapat makan siang, pilot project delapan sekolah,” ucap dia.
Berharap Tak Ada UMKM yang Tertipu
Ia berharap, tidak ada pihak-pihak yang tertipu di Kota Semarang. Pemkot Semarang berkomitmen mengawal kelancaran program makan siang bergizi di sekolah.
“Semoga di Kota Semarang tidak ada (penipuan). Kami akan mengawal, ikut membantu kalau terjadi permasalahan,” katanya.
Lebih lanjut, Mbak Ita menyampaikan, adanya program ini. Anak-anak di kenalkan serta di biasakan dengan menu makanan bergizi yang mengandung karbohidrat, protein, serta sejumlah vitamin. Pasalnya, selama ini anak-anak lebih menyukai junkfood dan fastfood atau makanan cepat saji.
“Anak-anak agak susah makan sayur, dengan adanya program ini, anak-anak di kenalkan makanan bergizi. Anak-anak senangnya junkfood, fastfood,” ujarnya
Dia menilai, dengan pemberian menu variatif kepada siswa pada program makan siang bergizi di SMP Negeri 12 Semarang sudah bagus. Semua sudah sesuai ketentuan di mana terpenuhi kebutuhan karbohidrat, protein, dan vitamin. (*)
Editor: Elly Amaliyah





