Jateng

Mediasi Kasus Siswi SD Semarang ke Sekolah Lewat Bantaran Sungai, Camat Gajahmungkur: Akses Jalan Akan Dibuka

×

Mediasi Kasus Siswi SD Semarang ke Sekolah Lewat Bantaran Sungai, Camat Gajahmungkur: Akses Jalan Akan Dibuka

Sebarkan artikel ini
Siswi SD
Camat Gajahmungkur, Puput Widhiatmoko Hadinugroho (kiri), bersama Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bambang Pramusinto (tengah), saat meninjau rumah siswi SD yang berangkat sekolah lewat bantaran sungai, Kamis, 31 Juli 2025. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG: beritajateng.tv – Imbas viralnya video siswi SD di Semarang yang berangkat sekolah melalui bantaran sungai, pemerintah setempat melakukan mediasi bersama pihak-pihak terkait termasuk Roberto Sinaga, kuasa hukum Sri Rejeki.

Berdasarkan pantauan beritajateng.tv, mediasi mulai pukul 14.00 WIB yang dihadiri jajaran Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika), yang terdiri dari Camat, Kapolsek, dan Danramil serta melibatkan Kepala Dinas Pendidikan bersama Kabid Pembinaan SD Kota Semarang, Plt Lurah Bendan Ngisor, dan RT-RW setempat.

Dalam proses mediasi tersebut, Camat Gajahmungkur, Puput Widhiatmoko Hadinugroho, menyampaikan adanya titik terang terkait persoalan tersebut.

BACA JUGA: Siswi SD Viral karena Akses Jalan Ditutup, Disdik Semarang Pastikan Hak Sekolah Tetap Terpenuhi

“Hari ini kami sudah bertemu kuasa hukum dari Ibu Sri Rejeki. InsyaAllah sudah ada titik terang terkait penutupan akses di RT 7/RW 1, Kelurahan Bendan Ngisor. Akses jalan untuk anak usia sekolah, khususnya anak dari Bapak Juladi, akan kami upayakan untuk segera buka kembali,” ujar Widhiatmoko usai proses mediasi di Kelurahan Bendan Ngisor, Kamis, 31 Juli 2025.

Juladi Boga Siagian sendiri tak menghadiri mediasi kali ini. Namun, Widhiatmoko mengatakan mediaasi akan dilanjutkan kembali pada Jumat pagi dengan menghadirkan pihak Juladi secara langsung guna membahas opsi-opsi solusi yang tersedia.

“InsyaAllah besok pagi kami akan rembugan lagi dan Pak Juladi akan hadir. Kami ingin memastikan keputusan yang diambil bersifat adil dan mengutamakan kepentingan anak,” tegasnya.

Siswi SD di Semarang mesti berangkat sekolah lewat bantaran sungai imbas konflik kepemilikan lahan sejak 2019

Widhiatmoko juga membenarkan bahwa rumah yang keluarga Juladi tempati saat ini memang akses jalannya tertutup akibat konflik kepemilikan lahan dengan pihak Sri Rejeki. Ia menyayangkan situasi ini terjadi tanpa ruang komunikasi yang cukup.

“Kemarin kami sudah ke lokasi, tapi tidak sempat bertemu dengan Pak Juladi karena aksesnya memang tertutup. Secara pribadi, kami menilai seharusnya buka dialog terlebih dahulu, bukan langsung tutup begitu saja,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan saat ini anak dari keluarga Juladi telah tinggal sementara di tempat yang lebih dekat dengan sekolah. Ia mendapatkan informasi tersebut dari Ketua RT setempat.

BACA JUGA: Tanggapi Video Viral Siswi SD Semarang Berangkat Sekolah Lewat Bantaran Sungai, Camat: Karena Permasalahan Orangtua

“Informasinya, anak tersebut sekarang tinggal sementara di rumah keluarga Pak Siagian, yang lokasinya lebih dekat ke sekolah. Ini untuk sementara saja agar akses pendidikan anak tidak terganggu,” terangnya.

Meskipun telah ada solusi sementara, Camat menegaskan bahwa pembukaan kembali akses jalan tetap menjadi opsi utama yang pihaknya upayakan.

“Kalau saya pribadi, tentu menginginkan agar akses jalan itu buka kembali. Dan insyaAllah, itu akan kami dorong dalam musyawarah besok,” ujarnya.

Meninjau kembali lokasi dan berkomunikasi dengan Juladi di balik pagar besi

Setelah mediasi, Widhiatmoko kembali datang ke lokasi. Ia meminta Juladi untuk datang mediasi esok hari.

“Besok datang mediasi di Kelurahan ya, Pak, jam 09.00 WIB biar ada titik terang. Nanti ada undangan tertulis dari Pak Lurah,” ujarnya.

Ajakan itu awalnya Juladi tolak karena telah menyerahkan kepada kuasa hukumnya. Di lain sisi, Juladi juga takut bilamana datang sendirian.

“Saya akan datang bersama lawyer, saya takut disalah-salahkan kalau saya datang sendiri,” tutur Juladi dari balik pagar rumah.

Juladi juga berharap kepada pemerintah setempat untuk mendengarkan cerita versi pihaknya. Bahkan, ia mengajak Bambang Pramusinto, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, yang saat itu ikut meninjau, untuk melihat akses jalan tersebut.

BACA JUGA: Viral Video Siswi SD Semarang Lewati Sungai Demi Sekolah, Begini Kronologinya!

“Orang-orang hanya melihat dari pihak sebelah, Pak, belum dari pihak kami. Bapak coba ke sini biar tahu kondisi jalannya seperti apa,” kata Juladi.

Sebelumnya, Widhiatmoko telah menjelaskan pada Senin, 28 Juli 2025, bahwa kasus sengketa tanah tersebut sudah pengadilan putuskan, yang menyatakan bahwa lahan tersebut sah milik Sri Rejeki. Berdasarkan putusan per 17 Juli 2025, Juladi Boga Siagian seharusnya segera meninggalkan lokasi tersebut.

Dari permasalahan tersebut, Juladi akhirnya memutuskan untuk memviralkan video yang menunjukkan anaknya, JES (8), saat berangkat sekolah melewati bantaran sungai karena jalan utama yang biasa mereka lalui telah tertutup secara sepihak.

Menurut keterangan beberapa warga sekitar Jalan Lamongan Selatan II, Kelurahan Bendan Ngisor, Kecamatan Gajahmungkur, penutupan akses ini merupakan buntut dari kasus persengketaan lahan yang terjadi sejak 2019. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp