Pariwisata

Mendadak Jadi Wisata, Begini Fenomena Munculnya Gunung Baru di Grobogan Jawa Tengah

×

Mendadak Jadi Wisata, Begini Fenomena Munculnya Gunung Baru di Grobogan Jawa Tengah

Sebarkan artikel ini
Wisata Grobogan
Fenomena gunung baru di Jawa Tengah. Ig/@aslisemarang

SEMARANG, beritajateng.tv – Tepat pada tahun 2024 lalu, masyarakat Jawa Tengah sempat heboh dengan kemunculan sebuah gundukan di kawasan Grobogan Jawa Tengah.

Gundukan tersebut mengeluarkan semburan tanah sehingga menyerupai letusan gunung berapi hingga akhirnya persis terlihat seperti gunung.

Sebelum muncul gundukan ini, tercatat bahwa sebelumnya terjadi gempa berkekuatan M 6,5.

Banyak masyarakat menduga munculnya gundukan ini berkaitan dengan terjadinya gempa tersebut.

Mengetahui hal itu, Badan Geologi Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral kini menyebutkan bahwa fenomena tersebut merupakan gunung lumpur atau mud volcano.

BACA JUGA: Cek Rekomendasi Wisata di Sekitar Kaki Gunung Slamet, Lengkap dengan Lokasi dan Harga Tiket Masuk

Berikut ini akan beritajateng.tv bagikan informasi lengkapnya seputar fenomena tersebut.

Fenomena Gunung Baru di Grobogan Jawa Tengah

Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Muhammad Wafid A.N., memberikan penjelasan terkait fenomena tersebut.

Ia memastikan bahwa gundukan lumpur yang muncul di Grobogan merupakan gunung lumpur atau terkenal sebagai mud volcano.

Gundukan itu memiliki tinggi sekitar 25 meter di atas permukaan tanah. Proses terbentuknya yakni oleh gas alam yang bergerak naik ke permukaan saat bertemu sesar mendatar yang bersifat tegak sebagai jalur keluarnya.

Gas tersebut sembari membawa material lumpur yang memiliki massa jenis lebih ringan daripada sedimen di sekitarnya.

Ia menjelaskan bahwa gempa bumi yang terjadi memicu pergerakan hidrokarbon dan lumpur menjadi lebih aktif akibat munculnya rekahan atau patahan dari gempa dangkal.

Kondisi tersebut mendorong lumpur panas menyembur ke permukaan dengan tekanan kuat, menyerupai aktivitas gunung api.

EGSA UGM menyebutkan bahwa kemunculan mud volcano di Grobogan bukanlah peristiwa yang tergolong luar biasa. Mengingat fenomena serupa cukup sering terjadi di wilayah tersebut.

Anomali mud volcano di Grobogan diduga berasal dari formasi batuan yang mengalami sesar memanjang dari arah barat daya ke timur laut.

Sesar ini kemudian menjadi jalur keluarnya aliran gas ke permukaan bumi melalui lapisan batuan yang bersifat permeabel.

BACA JUGA: Asyiknya Liburan di Night Market Ngarsopuro Solo, Berderet Wisata Kuliner hingga Atraksi Jalanan

Fenomena mud volcano tidak bersifat sangat eksplosif seperti letusan gunung api. Meski demikian, semburannya tetap membawa dampak bagi lingkungan di sekitarnya.

Salah satu akibat dari munculnya fenomena tersebut adalah kerusakan lahan pertanian milik warga di sekitar area terdampak.

Semburan lumpur panas yang muncul secara berkala dan berpindah lokasi berpotensi merusak sawah maupun ladang masyarakat.

Selain itu, gas berbahaya seperti hidrogen sulfida dan karbon dioksida yang dilepaskan bersama lumpur panas dapat mengancam keselamatan jika terhirup dalam kadar yang tinggi. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp