Jateng

Mendikdasmen Tebarkan ‘Virus’ Sekolah Sehat dan Sehat Berwawasan Lingkungan di Salatiga

×

Mendikdasmen Tebarkan ‘Virus’ Sekolah Sehat dan Sehat Berwawasan Lingkungan di Salatiga

Sebarkan artikel ini
mendikdasmen RI
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu'ti menyerahkan bantuan sepeda kepada siswa berprestasi SMA Saintek Ahmad Dahlan, Tingkir, Kota Salatiga, Senin, 13 April 2026. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SALATIGA, beritajateng.tv – Suasana sekolah yang Aman Sehat Resik dan Indah (ASRI) kini menjadi kebutuhan. Sesuai arahan Presiden RI sekolah ASRI bakal menciptakan suasana belajar yang nyaman di sekolah.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus berproses dalam mendorong agar setiap satuan pendidikan bisa mewujudkan lingkungan belajar yang ASRI tersebut.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti mengatakan, dari regulasi sudah ada Peraturan Mendikdasmen Nomor: 6 Tahun 2026 tentang sekolah yang aman dan nyaman.

Selain itu Kemendikdasmen juga sudah menenpatkan program untuk Sekolah Sehat yang juga disingkronkan dengan beberapa program Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dan tentunya juga pelaksanaan MBG di sekolah.

Kemudian menciptakan lingkungan sekolah yang berish dan sehat. Sehingga sekolah-sekolah didorong memiliki tempat yang bersih dan sehat, tempat sampah yang telah dipilah antara sampah organik dengan sampahanorganik.

BACA JUGA: Pakar IDAI Ungkap Bahaya Virus Nipah: Fatalitas Tinggi, Belum Ada Obat dan Vaksin

Termasuk juga efisiensi melalui pengelolaan sampah reduce, reuse, recycle (3R) dan reproduce. Sehingga sudah ada beberapa sekolah yang telah menerapkan, bagaimana sampah-sampah itu di olah kembali mencadi produk yang bermanfaat walaupun belum skala yang besar.

“Tetapi yang ingin kita tunjukkan kesadaran kepada siswa untuk cinta lingkungan, hemat energi dan budaya hidup sehat,” jelasnya, di SMA Saintek Ahmad Dahlan, Tingkir, Kota Salatiga, Senin 13 April 2026.

Termasuk, pencanangan gerakan bersepeda ke sekolah yang berlangsung di SMP Plus Al-Ittihad, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, pada agenda mendikdasmen sebelumnya.

Selain itu juga mengimbau kepada para orang tua yang anaknya sudah dewasa juga tidak perlu di lantar. Apalagi kalau mengantar ke sekolahnya menggunakan kendaraan bermotor seperti mobil.

“Menurut saya, itu justru akan menambah kemacetan di nalan dan juga akan berkontribusi bagi polusi udara yang berasal dari emisi gas buang, di sekitar lingkungan sekolah,” tandas Ahmad Mu’ti.