Ekbis

Mengapa Gadai Masih Jadi Andalan di Saat Ekonomi Tak Menentu, Begini Penjelasannya

×

Mengapa Gadai Masih Jadi Andalan di Saat Ekonomi Tak Menentu, Begini Penjelasannya

Sebarkan artikel ini
Mengapa Gadai Masih Jadi Andalan di Saat Ekonomi Tak Menentu, Begini Penjelasannya
Aktivitas gadai di Pegadaian. (Doc. Pegadaian)

Pegadaian menawarkan kemudahan bagi masyarakat dengan menerima berbagai aset berharga, seperti emas, perhiasan, hingga barang elektronik. Dana pinjaman pun dapat dicairkan dalam hitungan menit. Kecepatan ini dinilai mampu mencegah masyarakat terjebak pinjaman ilegal atau rentenir yang menawarkan bunga tinggi.

Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk PT Pegadaian, Selfie Dewiyanti, mengatakan gadai masih menjadi produk utama yang berfungsi sebagai penopang ekonomi masyarakat. “Gadai menjadi produk andalan kami untuk membantu masyarakat saat membutuhkan dana cepat. Nasabah dapat menggadaikan harta benda yang dimiliki, seperti emas, peralatan rumah tangga, hingga barang elektronik, dan menebusnya kembali tanpa kehilangan aset tersebut,” jelas Selfie.

Menurutnya, Pegadaian juga mengedepankan prinsip inklusivitas. “Layanan gadai di Pegadaian dimulai dari pinjaman Rp50.000 sebagai bentuk public service obligation. Dana tersebut bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari hingga modal usaha bagi pelaku UMKM,” ujarnya.

BACA JUGA: Pegadaian Kanwil XI Catat Lonjakan Pembiayaan, Produk Emas Tumbuh 200 Persen

Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah selama ini menjadi tulang punggung perekonomian nasional, namun masih menghadapi tantangan klasik berupa keterbatasan akses modal. Dalam konteks ini, Pegadaian berperan strategis sebagai penyedia pembiayaan alternatif. Banyak pelaku UMKM memanfaatkan gadai sebagai modal putar untuk menjaga kelangsungan usaha.

Pegadaian juga secara rutin menghadirkan program Gadai Peduli, yaitu layanan gadai bebas bunga dengan pinjaman mulai Rp50 ribu hingga Rp2,5 juta.

Program ini menjadi wujud kepedulian perusahaan dalam mendukung ekonomi kerakyatan, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan dana cepat dengan biaya ringan.

Emas menjadi aset favorit karena nilainya relatif stabil dan terkenal sebagai instrumen safe haven. Dengan menggadaikan emas, pelaku usaha memperoleh modal kerja tanpa harus melepas aset investasinya.

Setelah usaha menghasilkan keuntungan, emas tersebut dapat ditebus kembali. Pola ini mendorong kemandirian finansial yang berkelanjutan.

Seiring perkembangan teknologi, Pegadaian juga bertransformasi melalui layanan digital. Aplikasi Tring! memungkinkan masyarakat mengakses layanan gadai tanpa harus datang ke kantor cabang.