Hukum & Kriminal

Menitikan Air Mata, Mantan Walikota Semarang Mbak Ita Minta Hukuman Seringan-ringannya

×

Menitikan Air Mata, Mantan Walikota Semarang Mbak Ita Minta Hukuman Seringan-ringannya

Sebarkan artikel ini
Vonis Mbak Ita dan Suaminya Alwin Basri Dilaksanakan 27 Agustus, KPK Tuntut 6 dan 8 Tahun Bui
Eks Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu (Mbak Ita) dan suaminya, Alwin Basri menyampaikan pembelaan dalam sidang kasus dugaan korupsi.(Elly Amaliyah/beritajateng.tv)

“Saya sudah dicap sebagai orang yang sangat luar biasa melakukan kejahatan, tanpa pernah ada kebaikan sedikitpun yang telah saya berikan kepada masyarakat. Digambarkan seolah-olah kemarau setahun sirna oleh hujan sehari,” tutur Mbak Ita sambil menahan tangis di hadapan Majelis Hakim, Gatot Sarwadi.

Mbak Ita menyebut kasus yang menjeratnya tidak bisa dilepaskan dari konstelasi politik menjelang Pilkada 2024. la mengaku elektabilitasnya saat itu tertinggi dan sempat diminta oleh partainya untuk maju kembali.

Meski sempat diperingatkan banyak pihak untuk mundur, ia mengaku tetap maju karena mendapat penugasan dari Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Namun setelah berstatus tersangka, ia memutuskan mundur dari pencalonan.

“Saat itu juga saya langsung menyampaikan agar kepada Ibu Megawati (Ketum PDIP) bahwa saya tidak jadi mencalonkan dan siap untuk tidak mendapatkan rekomendasi,” ungkapnya.

“Ini yang mungkin masyarakat tidak tahu, seolaholah karena saya tersangka saya tidak dapat rekomendasi. Tetapi sebenarnya  Ibu tetap meminta saya untuk maju tetapi saya tahu diri sehingga saya tidak mau maju menjadi calon wali kota,” lanjutnya.

la juga membantah terlibat langsung dalam proses pengadaan proyek penunjukan langsung (PL) yang menjadi objek perkara. Menurutnya, sebagai Wali Kota, ia tidak mengetahui detail teknis di lapangan karena tidak memiliki wakil pada saat itu dan terlalu banyak beban pekerjaan.

BACA JUGA: Saksi Ceritakan Kisah Mbak Ita Bawa Kota Lama Semarang Dapat Bantuan PUPR Rp230 M

Tegaskan tak pernah memeras uang iuran Bapenda Kota Semarang

Terkait uang iuran pegawai Bapenda Kota Semarang, Mbak Ita menegaskan tidak pernah memeras atau meminta apapun. la menyebut, uang tersebut justru di berikan tanpa ia ketahui sebelumnya dan telah di kembalikannya.

“Buat apa saya memeras? Kalau saya memeras, kalau saya tahu terkait dengan jumlah iuran, mbok iya saya minta semua. Karena pada saat itu saya tidak tahu, tahu-tahu dia datang sendiri. Karena saya tidak akrab, saya tidak dekat dengan Kepala Bapenda,” ucapnya.