Olahraga

Menjemput Asa di Jatidiri: Misi Bangkit Java United Terjang Badai Awal Musim

×

Menjemput Asa di Jatidiri: Misi Bangkit Java United Terjang Badai Awal Musim

Sebarkan artikel ini
Menjemput Asa di Jatidiri: Misi Bangkit Java United Terjang Badai Awal Musim
Java United FC bakal menghadapi Borneo FC di Stadion Jatidiri Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Terik matahari sore yang menyengat Stadion Jatidiri, Semarang, Sabtu (10/10/2026), tak menyurutkan langkah Fabio Lefundes.

Dari pinggir lapangan, pelatih asal Brasil itu terus menatap tajam gerakan anak-asuhnya. Matanya menyiratkan satu hal: tekad untuk mengakhiri periode kelam di awal musim.

Bagi Java United FC, mengarungi kompetisi BRI Super League 2026/2027 bak menerjang gelombang pasang di laut selatan.

Dari tiga laga pembuka, Laskar Kepodang Emas harus menerima kenyataan pahit: dua kali kalah dan sekali imbang. Tanpa kemenangan, tekanan publik Semarang dan sekitarnya kian terasa menghimpit.

Namun, di tengah badai kritik, Lefundes memilih berdiri tegak.

“Java United mengawali musim dengan kondisi yang tidak biasa. Kami sudah melalui banyak hal untuk menjadi lebih kuat,” ujar Lefundes dengan nada tenang namun sarat makna seusai latihan.

Bagi sebagian tim, jeda kompetisi adalah masa istirahat. Namun bagi skuad Java United, jeda beberapa pekan terakhir adalah masa “kawah candradimuka”.

Lapangan latihan di ubah menjadi laboratorium evaluasi, tempat setiap jengkal kesalahan dianalisis hingga tuntas.

BACA JUGA: Kejutan Transfer Java United FC Resmikan Vander Silva, Eks Timnas Brasil U-20! 

Lefundes paham betul bahwa persoalan terbesar timnya bukan sekadar skema permainan, melainkan kepercayaan diri yang sempat goyah.

“Persiapan kami untuk melawan Borneo FC berjalan sangat lancar. Tim pelatih melihat banyak kemajuan setelah memberikan banyak informasi dan strategi baru kepada pemain,” tutur mantan juru taktik berpengalaman tersebut.

Di mata Lefundes, seragam berlogo Kepodang Emas yang di kenakan para pemainnya bukanlah beban, melainkan simbol tanggung jawab.

“Menjadi pemain hebat berasal dari dalam diri sendiri, bukan karena kostum yang mereka pakai. Java United punya banyak pemain berpengalaman dan selalu siap berjuang dalam kondisi penuh tekanan,” tegasnya.

Dukungan moral sang pelatih meresap hingga ke dalam dada para pemain. Bek tangguh Java United, Gustavo Franca, menegaskan bahwa seluruh elemen tim kini melangkah dengan frekuensi yang sama.