SEMARANG, beritajateng.tv – Kolektif Hysteria menggelar pameran dengan tajuk “Ditampart Lebih Keras” dalam rangka menuju HUT ke-20 Kolektif Hysteria. Pameran berlangsung selama 6 hari, dari 25 hingga 30 Mei 2024 mendatang di KAI Terrace Semarang Tawang.
Co-founder Kolektif Hysteria, Ahmad Khairudin menjelaskan, Ditampart merupakan kependekan dari Dinas Cipta Tempat dan Ruang Terpadu. Tour dan pameran ini merupakan bagian dari perjalanan menuju ulang tahun Kolektif Hysteria yang mengangkat tema Tulang Lunak Bandeng Juwana.
“Idenya sendiri berangkat dari mekanisme pertahanan dan strategi Kolektif Hysteria yang teruji selama 20 tahun terakhir ini di Semarang,” katanya kepada beritajateng.tv, Senin 27 Mei 2024.
BACA JUGA: Pameran Lukisan Gary Hadameon di Gedung Loka Budaya Kota Magelang Memukau Pengunjung
Adin sapan akrabnya menyebut, Pameran yang satu ini berisikan rekam jejak, aneka temuan hingga pengalaman di berbagai daerah. Sehingga, harapannya, pengunjung bisa bertukar pengetahuan, berteman, sekaligus merintis kerjasama terbuka untuk jangka panjang.
Untuk puncak HUT Kolektif Hysteria ke-20 sendiri rencananya akan berlangsung setelah gelaran Pilkada 2024 nanti.
“Ditampart Lebih Keras membawa temuan dan metode untuk disebarluaskan sekaligus medium belajar bersama terutama kolektif di berbagai daerah di Jateng,” sambungnya.
Perjalanan 17 kota/kabupaten di Jawa Tengah
Sementara itu, Ragil Maulana selaku kurator pameran yang berlangsung di Semarang itu mengatakan, hasil kurasi pameran ini mengambil dari perjalanan 17 kota dan kabupaten di Jawa Tengah. Mulai dari Brebes hingga Rembang dan Wonogiri sampai Cilacap.
Adapun perjalanan pameran ini menempuh jarak 1.119 kilometer dengan 30 jam perjalanan selama hampir dua bulan. Total, pameran ini melibatkan 128 seniman dari 17 kota di Jawa Tengah.
“Perjalanannya memakan waktu sekitar 1.5 bulan dengan 10 kru yang menggawanginya,” ujarnya.
BACA JUGA: Update Wisata Baru di Magelang! Berikut Informasi Seputar Destinasi Triangle Sky Telomoyo
Lebih lanjut, pameran ini bukanlah pameran biasa. Sebab, pameran ini merupakan pameran art project di Semarang yang bisa terbilang hal haru di Kota Lumpia tersebut.
Mayoritas pameran selama ini bagaikan galeri dengan menampilkan karya yang telah jadi. Sementara di lain sisi, Kolektif Hysteria dengan pameran terbarunya ini lebih menawarkan pengalaman eksplorasi. (*)
Editor: Farah Nazila





