BLORA, beritajateng.tv – Harga telur ayam di pasar tradisional Kabupaten Blora, Jawa Tengah, merangkak naik hingga menyentuh angka Rp28 ribu per kilogram.
Kenaikan ini dipicu meningkatnya permintaan masyarakat, terutama karena banyaknya warga yang menggelar hajatan dalam beberapa pekan terakhir.
BACA JUGA: Langit Blora Bermandikan Cahaya, Festival Lampion Noyo Gimbal View #2 Sukses Pukau Ribuan Pengunjung
Salah satu pedagang telur di Pasar Tradisional Kecamatan Ngawen, Wisi, mengatakan harga telur mulai naik secara bertahap.
“Dulu sempat di harga Rp25 ribu, terus naik ke Rp26 ribu, sekarang jadi Rp28 ribu per kilogram,” ujarnya saat beritajateng.tv temui, Senin, 6 Oktober 2025.
BACA JUGA: HUT TNI ke-80, Kapolres Blora Beri Tumpeng Kejutan untuk Kodim 0721: Simbol Soliditas Tanpa Sekat
Menurut Wisi, melonjaknya kebutuhan masyarakat membuat pasokan cepat terserap pasar. Namun, kenaikan ini justru membuat sebagian konsumen mengeluh.
“Banyak pembeli yang ngomel karena harga naik terus. Tapi saya cuma ikut harga pasar, kalau turun ya ikut turun, kalau naik ya saya juga enggak bisa apa-apa,” jelasnya.
BACA JUGA: Antisipasi Kasus Keracunan MBG, Dinas Kesehatan Blora Intensifkan Inspeksi Dapur SPPG
Meski begitu, Wisi memastikan bahwa kenaikan harga hanya terjadi pada telur. “Untuk kebutuhan pokok lain seperti minyak goreng dan gula masih stabil, harganya standar,” tambahnya.
Menariknya, Wisi mengungkapkan bahwa meski harga naik, omzet penjualan hariannya tak terlalu terdampak.
BACA JUGA: Jadi Contoh SPPG Terbaik, Begini Strategi Penyajian Menu Dapur MBG di Blora Agar Tetap Fresh
Hal itu lantaran kebanyakan pelanggan hanya membeli telur secukupnya, tidak dalam jumlah besar.
“Biasanya beli seperlunya saja. Jadi walau harga naik, penjualan harian masih aman,” pungkasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





