SEMARANG, beritajateng.tv – Permainan tradisional gobak sodor atau ada yang menyebut gala asin, sekarang ini kembali populer di tengah- tengah masyarakat dengan nama olahraga hadhang.
Di bawah naungan Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI), para atlet memainkan hadhang atau gobak sodor pada kejuaraan resmi hingga di tingkat nasional.
Namun bagaimana jika kejuaraan hadhang digelar dengan peserta para ibu anggota pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga (PKK)? Yang pasti tetap heboh, menghadirkan keseruan, menegangkan dan meriah.
Itulah yang tersaji pada Kejuaraan Hadhang Ojo Dumeh Cup Antar PKK se-Kabupaten Semarang, di kompleks Gelanggagng Olahraga (Gor) Pandanaran, Wujil, Kabupaten Semarang, Ahad, 27 September 2026.
Nostalgia Permainan Tradisional Gobak Sodor
Ada yang terpaksa membawa buah hati ke lokasi kejuaraan. Ada ketegangan anggota keluarga yang menjadi pendukung hingga sengitnya persaingan.
Bagi Ana Hermawati (52) dan Sofia (43), anggota tim PKK Kecamatan Bandungan, kejuaraan hadhang yang 19 tim PKK se-Kabupaten Semarang ikuti ini sangat positif.
Hal ini, kata mereka, karena memberi kesempatan kepada ibu- ibu anggota PKK berkompetisi dalam kejuaraan olahraga tradisional. Di mana dahulu menjadi permainan waktu masa anak- anak.
BACA JUGA: Suhu Semarang Panas! Cek Resep Buat Es Puter Tradisional Segar Penawar Dahaga
Mereka mengaku seperti bernostalgia ke masa masih anak- anak. Hal itu membuat mereka sangat antusias untuk mengikuti kejuaraan Hadhang Ono Dumeh Cup tersebut.
“Harapannya, ke depan tidak hanya kejuaraan hadhang saja, tetapi juga olahraga tradisional yang lain. Sebab di bawah usia kami banyak yang tidak paham olahraga tradisional yang dulu cukup populer,” katanya.
Selaku pengagas kegiatan, Bagus Suryokusumo mengatakan, ada alasan kejuaraan ini menyasar ibu- ibu PKK. Alasan itu yakni agar ada pelestarian olahraga hadhang.
BACA JUGA: Layang-layang 3D Hiasi Langit Blora, Angkat Kearifan Lokal hingga Kuliner Tradisional
“Harapannya, ibu- ibu PKK ini akan mengenalkan olahraga hadhang kepada lingkungan keluarganya. Terutama kepada anak- anak atau putra- putri mereka,” katanya.
Perwakilan dari 19 Kecamatan Berpartisipasi
Bagus juga tidak menyangka, antusias olahraga hadhang di kalangan anggota PKK cukup besar. Di mana yang berparstisipasi mengikuti kejuaraan gobak sodor itu dari perwakilan 19 kecamatan se-Kabupaten Semarang.
Bahkan panitia dan KPOTI sebenarnya membatasi peserta adalah anggota PKK yang usianya 40 tahun ke bawah. Akan tetapi pembatasan ini tetap kalah dengan antusiasme peserta.
BACA JUGA: Kemeriahan Ojo Dumeh Fest Putaran ke-11 di Candirejo Semarang, Kolaborasi Campursari dan Kesenian Tradisional
“Ternyata ada juga peserta yang usianya bahkan sudah menginjak kepala 5. Akan tetapi mereka sangat antusias untuk mengikuti,” kata dia yang juga anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah tersebut. (*)
Editor: Diaz A Abidin





