SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Kota Semarang memulai rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-479 dengan menggelar kampanye gemar makan ikan di dua lokasi, yakni Kampung Tambaklorok dan Balai Kota Semarang, Selasa, 14 April 2026.
Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk mendorong peningkatan gizi masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi baru di sektor perikanan.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mengatakan kampanye tersebut tidak sekadar seremonial, tetapi bagian dari upaya nyata meningkatkan kualitas kesehatan warga, khususnya anak-anak.
“Kami mulai peringatan hari jadi ini dengan kampanye gemar makan ikan. Ini bagian dari upaya meningkatkan gizi masyarakat agar lebih sehat dan kuat,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, warga diajak mengonsumsi berbagai sumber protein seperti ikan, telur, susu, hingga buah.
Edukasi ini menyasar anak-anak agar terbiasa mengonsumsi makanan sehat di tengah tren makanan cepat saji.
“Anak-anak sekarang cenderung memilih makanan cepat saji. Padahal, kalau ingin tumbuh optimal dan meraih cita-cita, mereka harus mendapatkan asupan gizi yang baik,” jelas Agustina.
Selain fokus pada kesehatan, Pemkot juga melihat potensi besar sektor perikanan sebagai penggerak ekonomi. Agustina mengungkapkan, produksi ikan di Kota Semarang saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat.
“Kalau kita hitung, produksi ikan kita masih jauh dari kebutuhan. Ini menjadi peluang untuk lebih berkembang, baik dari sisi produksi maupun distribusi,” katanya.
Ia menambahkan, keberadaan pasar ikan seperti Pasar Rejomulyo dapat menjadi salah satu penopang kebutuhan bahan baku, terutama untuk program penyediaan makanan bergizi. Namun, perlu peran pelaku usaha atau offtaker untuk mengolah dan mendistribusikan produk ikan agar lebih siap konsumsi.
BACA JUGA: Launching HUT ke-479 Kota Semarang, Pemkot Fokus Layanan Gratis dan Program Nyata untuk Warga
“Kami melihat ini sebagai peluang ekonomi bagi masyarakat, khususnya UMKM. Ada stok, ada pasar, tinggal bagaimana kita menghubungkannya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kota Semarang, Sunarto, mengatakan pihaknya turut meramaikan kegiatan dengan lomba memasak olahan ikan dan sosialisasi konsumsi ikan kepada masyarakat.
“Kami ingin memasyarakatkan gemar makan ikan karena kandungan gizinya sangat lengkap, mulai dari protein hingga nutrisi penting lainnya, terutama untuk anak-anak,” katanya.
Menurutnya, tingkat konsumsi ikan di Kota Semarang menunjukkan tren positif. Hal ini terlihat dari tingginya permintaan di tempat pelelangan ikan dan pasar.
“Kebutuhan ikan di Semarang cukup tinggi. Bahkan, permintaan bahan baku untuk menu berbasis ikan juga mulai meningkat, termasuk dari program penyediaan makanan bergizi,” jelasnya.
Untuk mendukung peningkatan konsumsi, Dinas Perikanan juga terus mengembangkan inovasi olahan ikan yang lebih menarik dan sesuai selera anak-anak melalui pelatihan dan sosialisasi.
“Kami dorong masyarakat untuk mengolah ikan menjadi menu kekinian agar lebih diminati, terutama oleh generasi muda,” tambah Sunarto. (*)
Editor: Elly Amaliyah





