SEMARANG, beritajateng.tv – Regulasi yang mengatur pembatasan para atlet peraih medali emas SEA Games tidak boleh turun bertanding pada Porprov Jawa Tengah XVII 2026 boleh jadi kurang menguntungkan bagi sejumlah daerah.
Tak terkecuali Kabupaten Semarang yang sejauh ini memiliki beberapa atlet yang sudah mampu berprestasi pada ajang kejuaraan maupun kompetisi di level internasional, tak terkecuali SEA Games.
Kendati begitu, KONI Kabupaten Semarang tidak gentar dan akan tetap mengoptimalkan persiapan para atlet muda. Hal ini untuk mendorong mereka berprestasi pada Porprov Jawa Tengah XVII Semarang Raya 2026 nanti.
Terlebih Kabupaten Semarang bakal menjadi tuan rumah venue penyelenggaraan dari 10 cabang olahraga (cabor) pada pesta olahraga multi cabor tingkat Jawa Tengah tersebut.
Kabid Pembinaan Program dan Kesejahteraan Pelaku Olahraga KONI Kabupaten Semarang, Muhamad Slamet Asnawi mengungkapkan, hal ini memang sudah menjadi regulasi yang KONI Jawa Tengah telah tentukan.
BACA JUGA: Sampaikan Aspirasi ke Bupati, KONI Blora Gelar Aksi Damai Tolak Permenpora Nomor 14 Tahun 2024
Kabupaten Semarang, jelasnya, memiliki sejumlah atlet yang telah berprestasi dan menyumbang medali pada pesta olah raga multi cabang di tingkat Asean. Seperti Yusuf Widiyanto dan Tharisa Dea Florentina di cabor Wushu disiplin Sanda.
“Keduanya, sebenarnya merupakan atlet yang potensial menyumbang medali,” jelasnya, di Sekretariat KONI Kabupaten Semarang, Ungaran, Kabupaten Semarang, Sabtu, 13 September 2025.
Oleh karena itu, lanjutnya, KONI Kabupaten Semarang cukup realistis. Namun tetap berkomitmen untuk tidak mengecewakan masyarakat Kabupaten Semarang pada perhelatan Porprov 2026 nanti.
Antara lain dengan menurunkan tim monitoring dan evaluasi (monev) dari para pengurus KONI Kabupaten Semarang. Untuk mendampingi sekaligus memantau perkembangan kekuatan daerah lain.
Terutama untuk cabor-cabor Porprov 2026 yang bakal dipertandingkan di Kabupaten Semarang. Karena untuk cabor yang dipertandingkan di Kabupaten Semarang otomatis tidak melalui babak kualifikasi atau wildcard.
Hal ini untuk memastikan dari cabor-cabor tersebut, tim monev KONI Kabupaten Semarang bisa melihat kondisi riil sebagai bahan evaluasi. Serta memaksimalkan persiapan para atlet Kabupaten Semarang.
“Dengan begitu, target prestasi atlet-atlet Kabupaten Semarang, pada saat menjadi tuan rumah nanti akan dapat di optimalkan. Serta dapat terealisasi,” tandasnya.
BACA JUGA: PSIS Semarang Siap Lakoni Pegadaian Championship 2025/2026, Optimistis Suporter Penuhi Stadion
Ketua KONI Kabupaten Semarang, Dodi Prasetyo menambahkan, secara umum pada Porprov Jawa Tengah XVII Semarang Raya 2026 nanti Kabupaten Semarang menargetkan masuk delapan besar.
Ini untuk memperbaiki hasil dari Porprov Jawa Tengah XVI Pati Raya 2023. Yang mana menempatkan kontingen Kabupaten Semarang berada di peringkat ke-11 dari 35 kontingen kabupaten/ kota se-Jawa Tengah.
Ada beberapa cabor yang di targetkan menjadi tambang medali bagi Kabupaten Semarang. “Beberapa cabor yang masih diandalkan KONI Kabupaten Semarang, antara lain dari berbagai disiplin beladiri dan paralayang,” tegasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





