Jateng

Minta Perusahaan Cek Kesehatan Gratis Tiap Tahun, Menkes: Karyawan Sehat, Keuangannya Juga Sehat

×

Minta Perusahaan Cek Kesehatan Gratis Tiap Tahun, Menkes: Karyawan Sehat, Keuangannya Juga Sehat

Sebarkan artikel ini
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin saat dijumpai di RSUP Dr Kariadi, Kota Semarang, Selasa, 10 Februari 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin saat dijumpai di RSUP Dr Kariadi, Kota Semarang, Selasa, 10 Februari 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin mengapresiasi capaian Kota Semarang yang mencatatkan rekor pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) tercepat di lingkungan perusahaan.

Dalam kurun waktu lima hari, sebanyak 53 perusahaan di Kota Semarang telah melaksanakan CKG bagi para karyawannya. Capaian tersebut berhasil meraih rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Kegiatan CKG tersebut berlangsung di kawasan industri yang tersebar di Kota Semarang, meliputi Kawasan Industri Candi (KIC), Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW), serta Kawasan Industri Bukit Semarang Baru (BSB).

“Hari ini saya diundang teman-teman dari Provinsi Jawa Tengah, dari Kota Semarang, Pak Sekda, Ibu Wali Kota, dan RS Dr Kariadi, karena kita meraih rekor MURI untuk cek kesehatan gratis tercepat ke perusahaan-perusahaan. 53 perusahaan dalam waktu lima hari,” ujar Budi saat dijumpai di RSUP Dr Kariadi, Kota Semarang, Selasa, 10 Februari 2026.

BACA JUGA: Populi Center Survei Program Presiden Prabowo: MBG 51,2 Persen, Cek Kesehatan Gratis Paling Memuaskan

Menurut Budi, program CKG di perusahaan bukan hanya berdampak pada kesehatan pekerja, tetapi juga berpengaruh terhadap produktivitas dan kondisi keuangan perusahaan.

“Kalau karyawannya sehat, keuangannya juga sehat. Jadi jangan lupa itu wartawan-wartawan cek kesehatan gratis nanti cepat-cepat supaya jangan sampai sakit,” ujarnya sembari berkelakar.

Temuan CKG Nasional, Masalah Gigi hingga Hipertensi Masih Dominan

Budi membeberkan, dari hasil pelaksanaan CKG secara nasional, terdapat sejumlah masalah kesehatan yang paling banyak di temukan, dan berbeda berdasarkan kelompok usia.

“Kalau untuk anak-anak, masalahnya gigi. Jadi gigi itu merata, anak-anak, remaja, dewasa, lansia itu masalah gigi,” ungkapnya.

Sementara pada kelompok usia dewasa dan lanjut usia, penyakit tidak menular masih mendominasi.

“Kalau untuk dewasa sama lansia yang banyak itu darah tinggi. Untuk dewasa juga obesitas, untuk lansia kurang gerak,” jelas Budi.

Arah Kebijakan 2026: Menkes Minta Tak Hanya Pengecekan

Lebih jauh, Budi mengungkapkan pemerintah telah menyiapkan tiga arah kebijakan utama CKG pada 2026. Pertama, pemeriksaan kesehatan tidak berhenti pada tahap skrining, tetapi langsung terikuti pengobatan gratis.

“2026 kita inginnya agar selain cek juga diobati. Jadi begitu dicek, dia punya diabetes, kita obati gratis. Kalau punya darah tinggi atau hipertensi, kita obati gratis,” tegasnya.

Kedua, Budi menekankan pentingnya CKG berlangsung secara rutin, minimal satu kali dalam setahun. Ketiga, lokasi pelaksanaan CKG akan diperluas, tidak hanya di fasilitas kesehatan.

“Kita menginginkan masyarakat cek kesehatan itu setiap tahun sekali ya. Bukan sekali seumur hidup. Ini kayak ulang tahun, setiap tahun harus ada. Cek kesehatan ini sekarang tidak hanya berlangsung di puskesmas, bisa berlangsung di sekolah, bisa di tempat kerja. Makanya tadi tanda tangan sama 53 perusahaan,” jelas Budi.

BACA JUGA: Sudah Berjalan Sejak Awal Februari, Ini Mekanisme Cek Kesehatan Gratis di Kabupaten Semarang

Budi juga mengungkap capaian nasional program CKG hingga awal Februari 2026 yang menyentuh jutaan orang.

“Per dua hari yang lalu, capaiannya sudah 4,5 juta orang. Tahun ini ya, karena tahun lalu kan 70 juta, sempat kita hentikan, lalu kita mulai lagi,” ujarnya. (*)

Editor: Farah Nazila

 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp