SEMARANG, beritajateng.tv – Momen libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026 memberikan dampak signifikan terhadap pola konsumsi bahan bakar minyak di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah mencatat lonjakan tajam konsumsi BBM berkualitas. Khususnya Dex Series, yang meningkat hingga 35,6 persen selama periode 15 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026.
Kenaikan tersebut jauh melampaui proyeksi awal yang perkiraannya berada di kisaran 20,6 persen. Rata-rata konsumsi normal harian Dex Series tercatat sekitar 240 kiloliter per hari.
Sementara itu, konsumsi Pertamax Series juga mengalami peningkatan sebesar 10,1 persen dari hari biasa. Dengan rerata harian mencapai 3,3 ribu kiloliter.
Area Manager Communication, Relations, dan CSR Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, menjelaskan bahwa tren peningkatan konsumsi BBM berkualitas sejalan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat selama musim liburan.
“Pada periode libur panjang, masyarakat cenderung memilih BBM berkualitas untuk menjaga performa kendaraan. Terutama saat menempuh perjalanan jarak jauh,” kata Taufiq.
BACA JUGA: BBM dan LPG Aman Saat Nataru, Pertamina Perkuat Layanan SPBU Hingga Serambi MyPertamina
Ia mengungkapkan, puncak konsumsi Pertamax Series dan Dex Series terjadi pada Kamis, 25 Desember 2025. Bertepatan dengan arus mudik awal Natal.
Pada hari tersebut, konsumsi Pertamax Series melonjak hingga 25,6 persen, sedangkan Dex Series meningkat 28,4 persen dari konsumsi normal.
Lonjakan kembali tercatat pada 30 Desember 2025, dengan kenaikan Pertamax Series mencapai 28,5 persen dan Dex Series sebesar 8,7 persen.
Sementara itu, puncak arus balik terjadi pada 3 Januari 2026, yang mencatat kenaikan signifikan konsumsi Dex Series hingga 62,6 persen dan Pertamax Series sebesar 28 persen.
Secara keseluruhan, konsumsi Gasoline di wilayah Jawa Tengah dan DIY meningkat 4,2 persen dari periode Natal dan Tahun Baru 2024/2025, menjadi 13.624 kiloliter.
Sebaliknya, konsumsi Gasoil justru mengalami penurunan sebesar 6,9 persen menjadi 7.298 kiloliter.





