SEMARANG, beritajateng.tv – Jawa Tengah bertekad memperbaiki peringkat pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 yang akan berlangsung di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Jika sebelumnya Jateng kerap tertahan di posisi keempat atau kelima, kali ini target tiga besar menjadi bidikan utama.
Target tersebut mendapat dukungan penuh dari Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh. Ia menilai peluang Jateng sangat terbuka lebar mengingat banyaknya atlet potensial yang dimiliki provinsi ini.
“Prestasi Jateng pada PON mendatang harus ada peningkatan. Kami mendukung penuh target masuk tiga besar pada PON 2028,” ujar Saleh saat menerima audiensi Komite Olahraga Nasional (KONI) Jateng di Gedung Berlian, baru-baru ini.
BACA JUGA: Mohammad Saleh Tekankan Seni Budaya sebagai Pilar Karakter Bangsa
Berdasarkan kalkulasi KONI Jateng, untuk mengamankan posisi ketiga, kontingen Jateng minimal harus menyabet 150 medali emas.
Angka tersebut merujuk pada perolehan Jawa Timur yang menempati peringkat ketiga pada PON 2024 dengan 146 emas, 136 perak, dan 143 perunggu.
Sebagai perbandingan, pada ajang tersebut Jateng berada di urutan kelima dengan koleksi 71 emas, 74 perak, dan 115 perunggu. “Walau berat, target 150 medali emas itu harus diperjuangkan demi mencapai posisi tiga besar,” tegas Saleh.
Ia pun mendorong KONI Jateng untuk segera menyiapkan program pembinaan atlet secara berjenjang dan matang. Saleh menekankan pentingnya fokus pada peningkatan kemampuan atlet agar mencapai performa puncak saat kompetisi mulai.
Porprov Jateng 2026 sebagai Panggung Pematangan Atlet Menuju PON 2028

Dalam upaya menjaring atlet unggulan, Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng 2026 yang akan digelar di Semarang Raya pada Oktober mendatang dinilai menjadi momentum krusial.
Ajang empat tahunan tersebut akan menjadi barometer kesiapan sekaligus panggung pematangan atlet menuju PON 2028.





