Dengan teknologi hybrid, kata dia, konsumen tidak perlu melakukan perubahan besar dalam penggunaan mobil sehari-hari. Harry menyebut MG ZS Hybrid+ juga dapat ԁigunakan sebagai mobil pertama maupun kendaraan tambahan bagi keluarga.
“Kenapa? Karena tidak ada perubahan dari penggunaan harian. Jadi mereka tinggal pakai, mobil sudah terasa seperti EV. Kami memandang Hybrid+ sebagai potensi yang sangat besar. Apalagi di range harga yang sangat kompetitif ini, tentu ini menjadi pilihan bagi masyarakat Indonesia, khususnya di Jawa Tengah ini,” terang dia.
BACA JUGA: Dealer Mobil MG Kini Hadir di Kota Semarang untuk Memperluas Pasar
MG ZS Hybrid+ Diklaim Bisa Tembus Konsumsi di Atas 20 Km per Liter
Sebagai informasi, MG ZS Hybrid+ menggunakan mesin hybrid 1.5L yang ԁipadukan dengan motor listrik dan 3-Speed Dedicated Hybrid Transmission (3DHT).
Kombinasi tersebut menghasilkan tenaga maksimum gabungan hingga 214 PS. Mobil ini juga ԁibekali sejumlah fitur, di antaranya panoramic sunroof, power tailgate, 15 fungsi Advanced Driver Assistance Systems (ADAS), serta tujuh airbags.
Untuk konsumsi bahan bakar, Harry menyebut MG ZS Hybrid+ menggunakan sistem strong hybrid yang konsumsi bahan bakarnya bergantung pada gaya berkendara.
“Kalau kita ngomong secara average konsumsi bahan bakar itu ya, untuk mencapai di atas 1:20 itu sangat mungkin sekali,” ujarnya.
Ia menuturkan, MG ZS Hybrid+ tersedia dalam dua varian untuk pasar Semarang. Varian Ignite ԁibanderol Rp314,9 juta dan Magnify Rp344,9 juta, keduanya berstatus on the road (OTR) Semarang.
BACA JUGA: Dealer Mobil MG Kini Hadir di Kota Semarang untuk Memperluas Pasar
Lebih dari 200 SPK, MG ZS Hybrid+ Mulai Dilirik Konsumen Semarang
Harry mengatakan, respons terhadap MG ZS Hybrid+ juga mulai terlihat dari pemesanan kendaraan tersebut. Secara nasional, MG mencatat sudah lebih dari 200 surat pemesanan kendaraan (SPK) untuk MG ZS Hybrid+.





