SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Kota Semarang kembali menghadirkan program mudik gratis bagi warga ber-KTP Kota Semarang yang merantau di Jakarta.
Melalui program Mudik dan Balik Rantau Gratis 2026, ratusan perantau asal Kota Semarang ini bisa pulang ke kampung halaman menggunakan armada bus dari pemerintah daerah.
Sebanyak 350 pemudik berangkat dari kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pada Senin pagi menuju Terminal Mangkang di Kota Semarang.
Program tersebut merupakan bagian dari kegiatan mudik gratis tingkat Provinsi Jawa Tengah yang melibatkan pemerintah kabupaten dan kota di seluruh wilayah provinsi.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 325 armada bus di lepas untuk mengangkut pemudik menuju berbagai daerah di Jawa Tengah.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan, mengatakan pemerintah kota secara konsisten mengikuti program tersebut setiap tahun sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat yang bekerja di perantauan.
“Program ini merupakan kegiatan rutin setiap tahun yang terselenggara bersama pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Jawa Tengah. Kami dari Pemerintah Kota Semarang juga selalu berpartisipasi aktif dalam program mudik gratis ini,” kata Danang.
Pada tahun ini, Pemerintah Kota Semarang menyediakan 12 armada bus untuk mendukung program tersebut. Armada tersebut terdiri dari tujuh bus untuk arus mudik dari Jakarta menuju Semarang dan lima bus untuk arus balik setelah Lebaran.
Tujuh bus yang membawa pemudik menuju Kota Semarang dberangkatkan sekitar pukul 09.45 WIB bersama rombongan bus lainnya menuju berbagai kota di Jawa Tengah.
Danang menjelaskan para peserta mudik gratis merupakan warga Kota Semarang yang tergabung dalam Paguyuban Wong Semarang atau PawonSemar. Sebuah komunitas perantau asal Semarang yang tinggal dan bekerja di Jakarta.
BACA JUGA: 33 Ribu Kendaraan Masuk Semarang Lewat Tol Kalikangkung, Puncak Arus Terjadi Siang Hari
“Para peserta merupakan warga Semarang yang merantau di Jakarta dan tergabung dalam paguyuban PawonSemar. Pemerintah kota memfasilitasi transportasi mereka agar bisa pulang kampung dengan aman dan nyaman,” ujarnya.
Sebelum keberangkatan, seluruh armada bus dan pengemudi juga menjalani pemeriksaan untuk memastikan keselamatan perjalanan para pemudik.
Menurut Danang, pemeriksaan tersebut meliputi pengecekan kelayakan kendaraan serta pemeriksaan kesehatan bagi para pengemudi.
“Setiap armada bus kami pastikan dalam kondisi layak jalan. Para sopir juga menjalani pemeriksaan kesehatan agar perjalanan para pemudik tetap aman,” katanya.
Ia menambahkan antusiasme masyarakat terhadap program mudik gratis ini cukup tinggi. Banyak peserta yang merasa terbantu dengan adanya fasilitas transportasi yang disediakan pemerintah.
“Tadi banyak yang menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kota Semarang. Karena bisa pulang kampung dengan lebih mudah dan nyaman,” ujarnya.
Selain memfasilitasi arus mudik, Pemerintah Kota Semarang juga menyiapkan layanan arus balik bagi para perantau yang akan kembali ke Jakarta setelah Lebaran.
Sebanyak lima armada bus disiapkan untuk arus balik yang rencananya berangkat dari Kota Semarang menuju Jakarta pada 26 Maret 2026 malam.
Program mudik gratis tersebut di danai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Semarang. Sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap warganya yang merantau.
“Pendanaan program ini berasal dari APBD Kota Semarang. Ini merupakan bentuk dukungan pemerintah kota untuk membantu masyarakat yang merantau agar bisa pulang kampung dengan lebih mudah,” kata Danang. (*)
Editor: Elly Amaliyah





