Mudik Lebaran Diharapkan jadi Titik Tolak Bangkitnya Perekonomian

Para narasumber dalam Sosialisasi Non Perda "Pengembangan Ekonomi Desa Pasca Pandemi" di Aula Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang, Rabu (20/4/2022). (wahyu/beritajateng.tv)

SEMARANG, 21/4 (beritajateng.tv) – Pandemi Covid-19 yang mereda memberikan harapan baru. Masyarakat diharapkan bergairah lagi dalam menjalankan usaha demi membangkitkan perekonomian. Pemerintah daerah juga didorong membantu upaya pemulihan ekonomi serta menekan angka kemiskinan.

Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto berharap di masa transisi menuju endemi, usaha masyarakat kembali bergairah. “Dengan bangkitnya usaha, maka ekonomi akan tumbuh dan harapannya kemiskinan menurun,” kata Bambang Kusriyanto yang hadir secara virtual dalam Sosialisasi Non Perda “Pengembangan Ekonomi Desa Pasca Pandemi” di Aula Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang, Rabu (20/4/2022).

Kegiatan dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bondan Marutohening, Kepala Dispermades Kabupaten Semarang Moh Edy Sukarno, Sekretaris Kecamatan Pringapus Slamet Sodiq, dan sejumlah elemen masyarakat setempat.

Dikatakan Bambang Kusriyanto, masa mudik Lebaran tahun ini bisa menjadi titik tolak bangkitnya perekonomian. Termasuk di Kecamatan Pringapus yang akan didatangi warganya yang selama ini berada di perantauan. “Kehadiran para pemudik ini akan menggairahkan perekonomian. Mudik ini identik dengan mobilitas besar-besaran dan meningkatnya tingkat konsumsi masyarakat,” paparnya dalam acara yang dimoderatori Akhmad Nurkholis tersebut.

Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bondan Marutohening mengatakan, pihaknya sudah mendorong pemerintah kabupaten dalam upaya percepatan pemulihan ekonomi. “Intinya, kami di DPRD sepakat dengan eksekutif dalam penanganan Covid-19, utamanya recovery ekonomi,” ujar Bondan.

Kepala Dispermades Kabupaten Semarang Moh Edy Sukarno menambahkan, masyarakat perlu melakukan usaha ekonomi kreatif dan sektor UMKM dapat menjadi penggeraknya.

“Ekonomi kreatif itu mengandalkan ide dan pengetahuan agar mampu menghasilkan produk yang bermanfaat, salah satunya dengan menggunakan teknologi informasi,” kata Edy

Moh Edy Sukarno mengakui dampak pandemi ini menghantam semua sisi-sisi kemanusiaan. Meski begitu, dampak tersebut telah membuat transformasi di beberapa sektor seperti kesehatan dengan perilaku hidup sehat, sosial dengan pola interaksi, dan sektor ekonomi dengan ekonomi digital dan kreatif.

“Setelah ada transformasi dan menghadapi pasca pandemi saat ini, masyarakat akhirnya memerlukan kreativitas, networking, profesional, dan teknologi informasi dalam upaya pemberdayaan ekonomi tersebut,” kata Edy.

Sementara, Sekretaris Kecamatan Pringapus Slamet Sodiq mengakui di wilayah kerjanya memiliki sejumlah pelaku sektor UMKM. Dari situ, ia berharap masyarakat tetap melakukan usahanya agar perekonomian keluarga tetap berjalan.

“Sekarang kita berada di PPKM level 1. Dengan begitu, kondisinya menjadi longgar. Diharapkan, lebaran tahun ini bisa semakin meningkatkan perekonomian,” kata Slamet. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.