Jateng

Mudik Tanpa Setir, Warga Jepara-Salatiga Pilih Naik Kereta Api Hindari One Way dan Macet

×

Mudik Tanpa Setir, Warga Jepara-Salatiga Pilih Naik Kereta Api Hindari One Way dan Macet

Sebarkan artikel ini
Pasutri asal Jepara yang memilih mudik dengan kereta menuju Cirebon di Stasiun Tawang Semarang. Rabu, 18 Maret 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)
Pasutri asal Jepara yang memilih mudik dengan kereta menuju Cirebon di Stasiun Tawang Semarang. Rabu, 18 Maret 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Kebijakan rekayasa lalu lintas berupa one way di Tol Cikampek mendorong sebagian pemudik mengubah strategi perjalanan. Alih-alih menggunakan kendaraan pribadi, mereka kini beralih ke kereta api demi menghindari kemacetan panjang di jalur darat menuju wilayah barat seperti Cirebon dan Bekasi.

Seperti yang dilakukan pasangan suami istri asal Jepara, Antok (58) dan Iis (55). Keduanya memilih berangkat dari Stasiun Tawang Semarang menggunakan kereta api karena akses tol ke arah barat tidak bisa dilalui akibat pemberlakuan one way pada Rabu, 18 Maret 2026.

Antok mengaku keputusan tersebut juga dipengaruhi kondisi fisiknya yang tak lagi sekuat dulu untuk menempuh perjalanan jauh dengan mobil pribadi, terlebih saat terjebak macet berjam-jam di jalur Pantura.

“Lima tahun terakhir saya udah enggak nyetir untuk perjalanan jauh karena umur segini capek kalau macet. Apalagi kalau nyupir biasanya melek sendiri, anak istri tidur. Jadi sekarang naik kereta lebih nyaman, bisa istirahat,” ujarnya saat beritajateng.tv temui di Stasiun Tawang Semarang pada Rabu, 18 Maret 2026.

BACA JUGA: Kapan Puncak Arus Mudik Lebaran 2026? Ini Prediksi di Tol Trans Jawa

Menurutnya, perjalanan darat melalui jalur Pantura bisa memakan waktu belasan jam saat arus mudik padat. Kondisi tersebut membuat perjalanan menjadi melelahkan, terutama bagi pengemudi.

Selain faktor kenyamanan, efisiensi biaya juga menjadi pertimbangan. Iis menyebut perjalanan dengan kereta api lebih hemat, terlebih lokasi rumahnya di Cirebon cukup dekat dari stasiun tujuan.

Pasangan ini berangkat menggunakan KA Tawang Jaya Premium dan telah memesan tiket pulang dengan KA Kaligung. Barang bawaan mereka pun ringkas, hanya berisi oleh-oleh khas Jepara dan kebutuhan pribadi.

“Kalau pakai kereta hemat tenaga, hemat uang, enggak kena macet. Dari Jepara juga banyak agen travel ke Semarang, di Cirebon rumah saya dekat stasiun, nanti tinggal ketemuan sama anak-anak di sana,” kata Iis.

Pilihan serupa juga Hayfa (28) ambil, pemudik asal Salatiga itu hendak pulang ke Bekasi bersama suami dan dua anaknya. Ia memilih naik KA Sembrani meski harga tiket mendekati Rp500.000 per kursi.

Bagi Hayfa, harga tersebut sebanding dengan kenyamanan dan kepastian waktu tempuh, apalagi ini menjadi momen pertamanya mudik setelah enam tahun tidak pulang kampung sejak menikah.

“Saya udah enam tahun ikut suami di Salatiga dan baru pulang lebaran ini. Biasanya mobil sendiri, cuma karena sudah mulai contra flow, enggak bisa masuk tol kan. Jadinya milih kereta aja yang cepat. Soalnya kalau enggak lewat tol kan minimal 12 jam perjalanan,” jelasnya.

BACA JUGA: Cegah Penumpukan di KM 429A, Polres Semarang Arahkan Pemudik ke Rest Area KM 439A

Ia bersama keluarga diantar oleh kerabat menuju Stasiun Tawang, sementara setibanya di Bekasi akan dijemput keluarga. Meski ini pengalaman pertama membawa anak menggunakan transportasi umum, Hayfa mengaku sudah mempersiapkan agar perjalanan tetap nyaman.

“Ini pertama kali naik transportasi umum bawa anak. Sudah saya kasih tahu supaya enggak rewel,” tuturnya. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp