Roadmap (peta jalan) pengolahan sampah di Jawa Tengah juga sudah tersusun. Mulai dari membentuk Satgas Penuntasan Sampah hingga pengelolaan sampah regional dengan model RDF, dan fasilitasi pengurangan sampah di hulu dan pengolahan di hilir, serta Gerakan Jawa Tengah ASRI. Khusus model RDF sudah sukses di Cilacap, Banyumas, dan Magelang. Sementara untuk PSEL praktik yang sudah ada di TPA Putri Cempo Surakarta.
Sesuai arahan Presiden, lanjut Luthfi, Jawa Tengah pada 2029 siap menjadi wilayah yang zero sampah.
BACA JUGA: PSEL Semarang Raya Dilirik 80 Investor, Site Visit Segera Digelar
“Penyelesaian hulu-hilir juga ada. Kami sudah punya 2000an Desa Mandiri Sampah, penyelesaian sampah mandiri dengan kearifan lokal yang juga kami bina. Masalah sampah ini tanggung jawab kita bersama,” jelas Luthfi.
Sementara itu, CEO PT Denera Fadli Rahman, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemkot Semarang, dan Pemkab Kendal. Sebab kolaborasi itu telah mengakselerasi persiapan program PSEL Semarang Raya. Saat ini review lahan sudah berlangsung di lokasi seluas 6 hektare yang Pemkot Semarang siapkan pada kawasan Jatibarang.
Pematangan lahan ini menurut target selesai dalam 2-3 bulan ke depan sehingga bisa langsung ada groundbreaking PSEL Semarang Raya. Pematangan ini meliputi kebutuhan akses jalan, penataan lahan yang curam, hingga analisis dampak lingkungan.
“Target kita groundbreaking Desember 2026. Sehingga akhir 2028 itu pengelolaan sampah Semarang Raya sudah bisa mulai untuk seterusnya selama 30 tahun ke depan,” katanya. (*)
Editor: Ricky Fitriyanto





