SEMARANG, beritajateng.tv – Persiapan pembangunan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) wilayah aglomerasi Semarang Raya terus digenjot. Targetnya pada Desember 2026 sudah mulai ada pembangunan.
Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi dan CEO PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) Fadli Rahman usai rapat perkembangan proyek PSEL wilayah aglomerasi Semarang Raya di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Selasa, 8 September 2026.
“Insyaallah dalam waktu dekat, sekitar empat bulan ke depan sudah ada groundbreaking (peletakan batu pertama),” kata Ahmad Luthfi usai pertemuan dengan pihak Denera selaku anak perusahaan Danantara Indonesia dan pihak investor dari Perancis.
Luthfi menjelaskan, PSEL Semarang Raya yang berada di Tempat Pembuangan Ahir (TPA) Jatibarang tersebut nanti akan mengolah 1.000 ton sampah baru per hari dari Kota Semarang dan Kabupaten Kendal. Targetnya pembangunan selesai dan sudah bisa beroperasi pada 2028.
Selain proyek PSEL dari Denera, di Jatibarang juga akan berdiri pengolahan sampah menjadi bahan bakar setara solar atau waste to fuel. Untuk proyek ini Pemprov Jateng dan Pemkot Semarang akan bekerja sama dengan KSAD yang memiliki praktik baik pengolahan sampah di Surabaya.
Tidak hanya di Semarang Raya, proyek PSEL juga akan pemerintah terapkan pada beberapa wilayah aglomerasi. Yaitu aglomerasi Pekalongan Raya (Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Pemalang, dan Batang), Tegal Raya (Kota Tegal, Kabupaten Tegal, dan Brebes). Keduanya sudah mencapai tahap penandatanganan kesepakatan bersama dan perjanjian kerja sama pada 13 April 2026 lalu. Selanjutnya ada aglomerasi Muria Raya (Kabupaten Pati, Kabupaten Kudus, dan Kabupaten Blora) yang saat ini masih proses pengajuan dan pembahasan di Kementerian Lingkungan Hidup.





