Jateng

Munajat Cinta Digelar, Persiapan MTQ Nasional di Semarang Capai 80 Persen

×

Munajat Cinta Digelar, Persiapan MTQ Nasional di Semarang Capai 80 Persen

Sebarkan artikel ini
Munajat Cinta Digelar, Persiapan MTQ Nasional di Semarang Capai 80 Persen
Shalawatan dan pengajian Munajat Cinta di Balai Kota Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

Sekitar 8.000 peserta dari 38 provinsi diperkirakan hadir dalam MTQ Nasional XXXI. Jumlah tersebut menjadi peluang bagi pelaku UMKM untuk mendapatkan pasar baru selama gelaran berlangsung.

“Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi pelaku UMKM untuk mengambil bagian. Kehadiran ribuan peserta dari seluruh Indonesia harus terasa manfaatnya oleh masyarakat Kota Semarang,” kata Agustina.

BACA JUGA: Bukan Demi MTQ Nasional, Ini Alasan Sebenarnya Pemkot Semarang Bongkar Simpang Lima 

Pemkot Semarang menyiapkan gerai UMKM di kawasan Simpang Lima, termasuk di bekas gedung Matahari dan bekas E-Plaza.

Ruang tersebut harapannya menjadi salah satu titik aktivitas ekonomi selama MTQ berlangsung. Pelaku usaha lokal dapat memanfaatkan arus kunjungan peserta dan tamu dari berbagai daerah.

Selain menjadi tuan rumah, Kota Semarang juga mengirimkan putra-putri terbaiknya untuk memperkuat kontingen Jawa Tengah. Sebanyak 16 peserta asal Semarang di percaya ambil bagian dalam MTQ Nasional XXXI.

Dua di antaranya merupakan peserta tunanetra. Kehadiran mereka menjadi bagian dari semangat inklusivitas dalam ajang tersebut.

Munajat Cinta 571 juga berisi berbagai kegiatan keagamaan dan seni. Rangkaian acara mulai dengan Gema Khatmil Qur’an sebanyak 31 kali yang melibatkan 31 tahfidz.

Pada malam hari, jemaah mengikuti Istighosah Akbar yang di pimpin 19 ulama dan kiai. Acara kemudian berlanjut dengan Parade Tari Sufi oleh 31 penari serta Parade Hadroh yang melibatkan 270 personel dari 16 kecamatan.

Suasana semakin meriah dengan salawat bersama Gus Azmi Askandar. Sementara itu, KH Mustofa Bisri atau Gus Mus menyampaikan tausiyah kebangsaan kepada para jemaah.

Dalam tausiyahnya, Gus Mus mengajak masyarakat mensyukuri anugerah sebagai manusia, bagian dari bangsa Indonesia, dan umat Nabi Muhammad SAW. Rasa syukur, menurutnya, perlu diwujudkan melalui tindakan dengan menggunakan setiap nikmat Allah SWT sesuai peruntukannya.

Bagi Pemkot Semarang, doa bersama tersebut menjadi momentum untuk menyatukan persiapan teknis dengan dukungan masyarakat. Pemerintah berharap seluruh rangkaian MTQ berjalan lancar dan meninggalkan kesan positif bagi para kafilah.