“Produksi kami sudah dikirim ke banyak kota besar di Jawa. Sekarang sudah punya pelanggan tetap yang setiap musim panen selalu menunggu,” ungkapnya.
Meski demikian, tantangan tetap para petani durian hadapi. Cuaca ekstrem dan curah hujan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir berdampak pada kualitas buah.
“Tahun ini cuaca cukup ekstrem. Hujan terlalu sering bisa mempengaruhi kualitas durian, terutama rasa dan ketebalan daging,” tutur Tumidiarso.
Untuk menjaga mutu hasil panen, ia melakukan perawatan intensif sejak awal masa tanam. Pemupukan menjadi langkah utama agar kebutuhan nutrisi tanaman tetap terpenuhi meski kondisi cuaca tidak menentu.
“Yang paling penting pemupukan harus maksimal. Nutrisi tanaman harus tercukupi supaya kualitas buah tetap terjaga. Kalau pemupukan kurang, risikonya bisa gagal panen atau rasanya turun,” jelasnya.
Meski demikian, dengan perawatan dan dukungan alam yang masih terjaga, Desa Branjang kini kian terkenal sebagai surga durian berkualitas di Kabupaten Semarang. (*)
Editor: Elly Amaliyah





