Otomotif

Naiknya Harga Kendaraan Tak Sebanding Kenaikan Gaji, Kelas Menengah Sulit Beli Mobil?

×

Naiknya Harga Kendaraan Tak Sebanding Kenaikan Gaji, Kelas Menengah Sulit Beli Mobil?

Sebarkan artikel ini
kelas menengah kendaraan
Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), Kukuh Kumara, saat dijumpai di Hotel Aston Inn Pandanaran, Kota Semarang, Selasa, 1 Oktober 2024. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Data Badan Pusat Statistik (BPS) terakhir menunjukkan 9,48 juta warga kelas menengah Indonesia turun kasta dalam lima tahun terakhir.

Center of Reform on Economics (Core) Indonesia pun meyakini bahwa deflasi lima bulan terakhir, secara berurut-urut, terjadi karena penurunan daya beli masyarakat, terutama kelas menengah.

Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), Kukuh Kumara, mengungkap penurunan penjualan kendaraan bermotor berhubungan dengan daya beli kelas menengah yang lesu.

“Berpengaruh. Ini [fenomena] menarik,” ungkap Kukuh saat beritajateng.tv jumpai di Hotel Aston Inn Pandanaran, Kota Semarang, Selasa, 1 Oktober 2024.

BACA JUGA: Perbandingan Neta X vs Hyundai All-New Kona Electric, Punya Duit Rp500 Juta Mending Pilih Mana?

Pasalnya, kata Kukuh, harga kendaraan bermotor setiap tahunnya meningkat sebesar 7 persen. Hal itu menurutnya tak sebanding dengan tingkat pendapatan kelompok kelas menengah.

“Ternyata tingkat pendapatan kelompok menengah yang jadi potensi customer kendaraan bermotor itu memang ada kenaikan gaji kan. Namun tidak melewati inflasi, kenaikan gajinya selalu di bawah 3 persen,” bebernya.

Menurutnya, kenaikan gaji kelompok menengah yang di bawah 3 persen itu tak sebanding dengan kenaikan harga kendaraan bermotor yang mencapai 7 persen per tahunnya.

“Kalau [kenaikan gaji] ini 3 persen dan [kenaikan harga kendaraan bermotor] itu 7 persen kan kaya buaya itu. Jadi gak ketemu,” tegasnya.

Cara kelas menengah bisa beli kendaraan bermotor

Lebih lanjut, Kukuh memaparkan berbagai upaya yang bisa dilakukan. Salah satunya ialah upaya jangka pendek, seperti pemberian insentif.

“Apakah insentif supaya harga mobil terjangkau? Tapi itu sifatnya short term,” tegasnya.

BACA JUGA: Pameran Otomotif Agenda Penting Pemprov Jateng, Mungkinkah GIIAS Digelar di Semarang dan Solo?

Mau tidak mau, kata Kukuh, upaya yang sifatnya jangka panjang ialah mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional di atas 6 persen.