SEMARANG, beritajateng.tv – Presiden RI Prabowo Subianto memberikan arahan kepada seluruh kepala daerah untuk menertibkan spanduk yang terpampang di jalan-jalan.
Namun, pernyataan itu memicu reaksi warganet lantaran arahan Prabowo dinilai kontras dengan kondisi di lapangan. Banyak warganet membagikan foto dan video yang memperlihatkan bendera Partai Gerindra menjamur dan memenuhi ruas jalan utama hingga median jalan di sejumlah wilayah.
Di Kota Semarang, bendera Partai Gerindra ramai terpasang di lampu merah Jalan Mgr. Sugiyopranoto. Tak jauh dari jalan tersebut, bendera Gerindra turut meramaikan sepanjang Jalan Anjasmoro Raya arah PRPP.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPD Gerindra Jawa Tengah, Sri Hartini, menegaskan arahan Presiden bermaksud untuk penertiban, bukan pelarangan pemasangan atribut partai.
BACA JUGA: KTA Partai Sudewo Belum Dicabut Meski Ditangkap KPK, Gerindra Jateng Tunggu Keputusan DPP
“Ini kan HUT, jadi tetap pasang bendera, baliho, umbul-umbul itu. Maksudnya Pak Prabowo itu penertiban,” ujar Sri saat beritajateng.tv jumpai di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Jumat, 6 Februari 2026.
Menurut Sri, yang dimaksud penertiban adalah memastikan atribut terpasang rapi dan terawat, bukan membiarkan baliho atau bendera rusak dan mengganggu keindahan kota.
“Maksudnya kan baliho-baliho itu berserakan di mana-mana, biasanya orang masang, rusak, itu tidak diperhatikan sehingga mengganggu pemandangan atau keindahan dan kerapihan daerah,” jelas Sri.
Jika Ada Bendera Gerindra Ambruk Harus Segera Benahi
Sri menambahkan, partai tetap melakukan pemantauan terhadap atribut yang terpasang. Jika terdapat bendera atau baliho yang ambruk, pengurus mesti segera membenahinya.
“Jadi tetap di dalam HUT ini kita memasang baliho-baliho, tapi kita harus memantau. Kalau ada bendera yang ambruk ya harus segera benerin. Jangan sampai pemandangan-pemandangan itu menjadi tidak baik,” tegasnya.
Sri juga mengakui jumlah atribut yang terpasang memang sangat banyak. Ia menyebut pemasangan serentak oleh struktur partai di daerah. Bahkan, menurut pengakuannya, setiap DPC bisa memasang hingga puluhan ribu bendera.
“Jumlah benderanya banyak, ada puluhan ribu per DPC,” pungkasnya.
Sebelumnya, arahan Prabowo itu ia sampaikan dalam acara Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah di Sentul, Bogor, yang tersiar secara langsung pada Senin, 2 Januari 2026 lalu.
BACA JUGA: Bupati Pati Sudewo Kena OTT KPK, Gerindra Jateng Tegaskan Dukung Pemberantasan Korupsi
Program penertiban spanduk menjadi bagian dari Gerakan Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk dalam upaya pembersihan lingkungan dari sampah.
“Dalam rangka Indonesia ASRI, terus terang saja saya minta kepada kepala pemerintah ya tolong tertibkan iklan-iklan, spanduk-spanduk terlalu banyak. Kalau saya ke Balikpapan dan saya ke Banjarmasin hampir tidak berbeda, spanduk, spanduk, spanduk,” kata Prabowo.
Prabowo mengeluhkan pemandangan spanduk yang hampir seragam di berbagai daerah. Menurutnya, kondisi tersebut mengurangi keindahan kota dan tidak menarik bagi wisatawan.
“Kalau saya naik ke Hambalang, spanduk, spanduk, spanduk, ayam goreng. Pesan satu dapat satu free. Kenapa harus besar-besar sih? Turis datang enggak mau lihat spanduk,” ucap Prabowo. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





