Jateng

Ngabuburit Mancing di Semarang Zoo, Berburu Patin Monster Sembari Menunggu Buka Puasa

×

Ngabuburit Mancing di Semarang Zoo, Berburu Patin Monster Sembari Menunggu Buka Puasa

Sebarkan artikel ini
Ngabuburit Asyik di Semarang Zoo, Berburu Patin Monster Sembari Menunggu Buka Puasa
Poster Mancing Semarang Zoo selama Ramadan. (Doc. Semarang Zoo)

SEMARANG, beritajateng.tv – Menunggu waktu berbuka puasa tak selalu identik dengan berburu takjil atau berjalan-jalan di pusat perbelanjaan. Di Kota Semarang, sebagian warga memilih cara berbeda untuk ngabuburit, yakni mancing di danau Semarang Zoo.

Sejak siang hari, deretan joran sudah berdiri di tepi danau. Para pemancing tampak serius menatap pelampung yang mengapung tenang di permukaan air.

Mereka berburu ikan patin, nila, lele, hingga bawal berukuran besar yang memang menjadi daya tarik utama lokasi ini selama Ramadan.

Zaenal, warga Rowosari, Ngaliyan, menjadi salah satu pengunjung yang rutin datang setiap bulan puasa. Ia mengaku penasaran dengan sensasi tarikan patin yang beratnya bisa menembus 10 kilogram.

“Setiap Ramadan saya pasti mancing di sini. Tahun lalu dapat patin hampir 9 kilogram. Sekarang penasaran, siapa tahu bisa dapat yang lebih besar,” kata Zaenal, Minggu 22 Februari.

Ia datang bersama anaknya sejak pukul 11.00 siang. Meski cuaca cukup terik, suasana danau yang rindang membuat aktivitas memancing tetap nyaman hingga menjelang pukul 16.00 sore.

Hari ini, Zaenal hanya membawa pulang dua nila berukuran besar dan seekor gabus. Patin monster yang diincarnya belum menyambar umpan.

BACA JUGA: Semarang Zoo Resmi Stop Atraksi Tunggang Gajah Mulai 2026

Menurutnya, memancing di danau Semarang Zoo tidak semudah yang ia bayangkan. Setiap jenis ikan memiliki karakter dan umpan favorit yang berbeda.

“Nila biasanya pakai lumut di tambah esen khusus. Lele dan bawal cocoknya pelet campur telur. Kalau patin kadang pakai roti, kadang juga gorengan seperti bakwan atau mendoan. Ada tips dan triknya, tapi soal dapat atau tidak tetap rezeki,” ujarnya sambil tersenyum.

Zaenal mengaku, hasil tangkapan biasanya ia olah menjadi lauk berbuka atau dibagikan kepada tetangga. “Kalau lagi beruntung dapat banyak, bisa untuk lauk di rumah atau berbagi. Yang penting senang dulu, soal hasil itu bonus,” katanya.