SEMARANG, beritajateng.tv — Komposer dan produser musik kenamaan Eka Gustiwana baru-baru ini menjadi bintang tamu dalam podcast Raditya Dika.
Dalam perbincangan hangat tersebut, Eka Gustiwana membagikan kisah awal kariernya yang jarang publik ketahui, termasuk perjuangannya bertahan hidup sebagai musisi dan perjalanannya masuk ke dunia content creator tanpa rencana.
Eka Gustiwana mengakui bahwa ia tidak pernah merencanakan untuk menjadi seorang YouTuber atau content creator. Popularitasnya di platform tersebut meningkat drastis setelah ia mengunggah video speech composing, sebuah karya unik yang kemudian membawanya ke berbagai acara komunitas YouTube.
“Jadi YouTuber itu bukan keinginan gue juga. Tiba-tiba aja naik karena gue bikin speech composing. Terus dapat undangan ke acara YouTube, ketemu orang-orang, baru sadar, ‘Oh, gue YouTuber sekarang?’” ungkap Eka, seperti beritajateng.tv kutip pada Jumay, 29 Agustus 2025.
BACA JUGA: Sinopsis Catatan Harian Menantu Sinting, Fim Raditya Dika dan Ariel Tatum jadi Pasutri yang Lucunya Pake Abis!
Meski begitu, Eka menegaskan bahwa ia tetap menganggap sosoknya sebagai musisi, bukan content creator. Ia menyebut masa-masa awal kariernya sebagai periode “gerilya”, di mana ia menerima proyek apa pun demi bisa bertahan hidup.
Perjuangan Sebagai Musisi Pemula
Eka bercerita bahwa sebelum publik kenal, ia berjuang keras sebagai musisi lepas. Ia mengerjakan berbagai proyek kecil demi penghasilan dan eksistensi di industri musik.“Sebagai musisi pemula, apa pun gue kerjain. Yang penting bisa survive dulu. Bisa hidup dulu,” katanya.
Pengalaman tersebut menurutnya sangat membentuk mental dan ketekunannya dalam berkarya hingga akhirnya terkenal sebagai komposer ternama.
Seorang Introvert yang Selektif
Dalam podcast tersebut, Raditya Dika juga menyinggung soal kepribadian Eka yang tampak tenang dan pendiam. Eka mengaku seorang introvert, namun bukan berarti pemalu. Ia mengaku cepat merasa lelah jika berada di keramaian atau mendengar suara berlebihan.
“Kalau ruangan terlalu ramai, gue bisa pusing. Dari kecil memang gitu. Di sekolah pun gue lebih milih pulang daripada nongkrong,” ujarnya.





