BLORA, beritajateng.tv – Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berdampak pada kenaikan harga sejumlah barang elektronik di Kabupaten Blora. Salah satu yang paling terasa yakni harga handphone atau HP yang kini naik hingga Rp1 juta.
Kenaikan harga terjadi di hampir seluruh merek HP yang ԁijual di salah satu pusat penjualan handphone di Blora. Para pedagang menyebut kenaikan rata-rata berkisar antara Rp500 ribu hingga Rp1 juta per unit.
BACA JUGA: Pengrajin Tahu di Blora Menjerit! Harga Kedelai hingga Plastik Naik, Tahu Terpaksa Naik 5 Persen
Saat ini, harga HP termurah ԁijual mulai Rp2 juta. Kenaikan harga tersebut mulai ԁirasakan sejak awal April lalu.
Tak hanya handphone, sejumlah barang elektronik lain seperti laptop dan printer juga mengalami kenaikan harga sekitar Rp100 ribu.
BACA JUGA: Cari Rumput Tak Kunjung Pulang, Lansia di Blora Ditemukan Tewas Tertelungkup di Sungai Kering
Pedagang handphone di Blora, Bayu Aji Pratama, mengatakan kenaikan harga membuat daya beli masyarakat menurun. Penjualan pun ikut terdampak karena banyak pembeli memilih menunda membeli barang elektronik.
Sementara itu, salah seorang warga, Febrian, mengaku keberatan dengan kenaikan harga HP yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.
BACA JUGA: Pemkab Blora Belajar Tata Kelola Air Minum ke Jombang, Bidik Layanan PDAM Lebih Modern
Pedagang memprediksi harga handphone masih berpotensi naik seiring melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





