Hukum & Kriminal

Oknum ASN Bapenda Jateng Jadi Tersangka Kasus Penipuan Arisan Online Japo, Begini Hasil Penyelidikannya

×

Oknum ASN Bapenda Jateng Jadi Tersangka Kasus Penipuan Arisan Online Japo, Begini Hasil Penyelidikannya

Sebarkan artikel ini
Polisi Pemalang | penipuan arisan online japo | tiket palsu piala dunia
Ilustrasi seorang penipu. (Foto: Freepik)

SEMARANG, beritajateng.tv – Seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Bapenda Jawa Tengah telah tertetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan arisan online japo (jatuh tempo).

Pengacara korban, Putro Negoro Rekthosetho, mengungkapkan bahwa tersangka sudah dalam tahanan selama dua minggu. Saat ini, Polrestabes Semarang sedang melakukan proses penyidikan kasus penipuan arisan online japo.

Menurut Setho, penyidik Polrestabes telah menahan tersangka selama sekitar 14 atau 15 hari. Saat ini, tersangka sedang dalam tahanan titipan Polsek Gajahmungkur.

BACA JUGA: Korban Penipuan Arisan Online oleh Oknum ASN Bapenda Jateng Angkat Bicara, M: Pelaku Adalah Teman Saya

Menurut Setho, penyidik tidak hanya dapat menjerat tersangka dengan pasal penipuan atau penggelapan saja, tetapi juga dengan pasal pencucian uang. Hal ini lantaran tersangka memiliki sejumlah perusahaan dan unit usaha.

“Dia juga sebagai profil pegawai negeri, tidak mungkin mempunyai aset atau kekayaan untuk mengelola usaha usaha tersebut. Jadi harus tetap ada pasal pencucian uang. Sehingga ada efek jera kedepannya, para orang lain akan berpikir jika akan menipu dengan modus arisan online,” jelasnya.

Pihaknya sangat mengharapkan agar penyidik bekerja secara obyektif. Untuk mencegah terulangnya penipuan arisan serupa, ia menekankan pentingnya penerapan pasal pencucian uang, bukan hanya pasal penipuan dan penggelapan.

Tujuannya adalah agar di luar sana, orang-orang yang ingin mencoba menipu melalui arisan online ini berpikir ulang. Karena jika hanya terkena pasal penipuan dan penggelapan, menurut Setho, hukumannya terlalu ringan.

Keterlibatan Suami Tersangka Kasus Penipuan Arisan Online Japo

Lebih lanjut, Setho menyebutkan bahwa suami tersangka yang sebelumnya terlibat aktif adalah seorang polisi. Oleh karena itu, pihaknya berharap suami yang merupakan saksi juga penyidik periksa.

“Setahu saya itu kan suaminya polisi aktif. Kedua ini seharusnya dari Propam, dan Paminal ini segera memeriksa si suaminya. Ketika (sang istri) akhirnya menjadi tersangka dan kemudian ditangkap, orang ini berperan aktif sekali. Makanya orang ini (sang suami) harus diperiksa,” tandasnya.

Sebagai informasi, korban Sri Dewi Lestari, seorang warga Pedalangan, Kecamatan Banyumanik, melaporkan kerugian yang ia alami mencapai setengah miliar rupiah.

BACA JUGA: Terlibat Kasus Dugaan Penipuan Arisan Online Japo, Oknum ASN Bapenda Jateng Ini Kena Sanksi Penundaan Kenaikan Pangkat

Dewi bergabung dengan arisan online Japo pada November 2021. Namun, seiring berjalannya waktu, uang yang seharusnya tersangka bayarkan tidak pernah ia terima.

Pihaknya juga menyebutkan bahwa banyak anggota lain yang mengalami kerugian dalam kasus penipuan arisan online japo. Pelaporan mereka lakukan karena tersangka tidak menunjukkan niat untuk melakukan pembayaran. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp