Hukum & Kriminal

Korban Penipuan Arisan Online oleh Oknum ASN Bapenda Jateng Angkat Bicara, M: Pelaku Adalah Teman Saya

×

Korban Penipuan Arisan Online oleh Oknum ASN Bapenda Jateng Angkat Bicara, M: Pelaku Adalah Teman Saya

Sebarkan artikel ini
penipuan arisan online bapenda jateng
Ilustrasi. Kasus penipuan arisan online oleh oknum ASN Bapenda Jateng mulai diselidiki pihak berwajib. (Foto: Freepik)

SEMARANG, beritajateng.tv – Beberapa waktu lalu kasus penipuan arisan online oleh oknum ASN Bapenda Jateng mulai mendapat sorotan. Pasalnya, para korban penipuan tersebut mengalami kerugian hingga miliaran rupiah.

Sejauh ini, baru belasan korban penipuan arisan online tersebut yang melapor ke pihak berwajib. Mereka semua melapor ke Ditreskrimsus Polda Jawa Tengah. Saat ini pihak kepolisian itu tengah menyelidiki YPM, sang terduga pelaku.

BACA JUGA: Kantor Bapenda Jateng Dapat Kiriman Karangan Bunga, Isinya Sindiran Tagih Uang Arisan Online Oknum ASN

Awak beritjateng.tv berhasil menemui salah satu korban penipuan arisan online yang berinisial M. Kini ia masih terbaring sakit di salah satu rumah sakit di Semarang.

M pun menuturkan bahwa ia kenal dengan sang pelaku, YPM. Bahkan, YPM sendiri merupakan salah seorang temannya.

BACA JUGA: Video Tagih Uang Arisan Online, Kantor Bapenda Jateng Dikirimi Karangan Bunga

Pada kasus penipuan arisan online tersebut, YPM berperan sebagai bandar atau admin arisan online Japo.

“YPM mengajak para korban mengikuti arisan online melalui pesan WhatsApp,” sambungnya.

Pelaku Penipuan Arisan Online Sasar Korban via Japri Chat WhatsApp

Lebih lanjut, M pun menambahkan, “Modusnya cuma WA online, siapa mau ikut ia japri satu persatu, oleh bandar atau admin untuk mengikuti beberapa Japo. Ada Japo 100, 125, 50, 75.”

BACA JUGA: Terlibat Kasus Dugaan Penipuan Arisan Daring, Oknum ASN Bapenda Jateng Ini Kena Sanksi Penundaan Kenaikan Pangkat

M sendiri mulai mengikuti arisan online tersebut mulai bulan Oktober 2021. Namun, YPM si admin tidak membayarkan uang arisan mulai bulan Februari 2022.

Sementara itu, kerugian yang ia alami mencapai Rp 817 juta. Hingga kini, baru sekitar 18 anggota arisan yang menempuh jalur hukum. Sementara sebagian sisanya belum ikut melapor.

BACA JUGA: Fakta Kasus Dugaan Penipuan Arisan Online Oknum PNS Bapenda Jateng, Pelaku Sempat Gugat Korban Hingga Dikirimi Karangan Bunga