“Harapan saya nanti ada bibit-bibit asli yang berasal dari pembinaan padel. Jadi olahraga ini akan terus berkembang dan memiliki atlet-atlet sendiri,” pungkas Arganto.
Dukungan serupa Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Semarang, Fravarta Sadman, sampaikan, yang melihat semakin banyak anak-anak usia pembinaan tertarik mencoba olahraga padel.
Ia berharap pengelola lapangan turut menyediakan ruang dan waktu latihan khusus bagi anak-anak.
“Kami mengharap pemilik lapangan menyediakan fasilitas atau waktu untuk anak-anak usia dini yang berlatih. Saya melihat di beberapa lokasi sudah banyak anak-anak usia pembinaan yang mulai menyukai padel,” katanya.
Dispora juga berencana berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan agar olahraga padel mulai diperkenalkan melalui kompetisi tingkat sekolah.
“Kami nanti akan mencoba menghubungi Dinas Pendidikan supaya anak-anak SD dan SMP ini bisa diadakan kejuaraan padel,” ujar Fravarta.
Portres Padel Arena Siapkan Program U-12
Komitmen pembinaan usia dini juga datang dari Portres Padel Arena. COO Portres Padel Arena, Rico Wibowo, menyebut pihaknya telah menjalin kerja sama dengan Pengprov PBPI untuk mengembangkan kompetisi kelompok umur.
“Kami sedang bekerja sama dengan Pengprov untuk mengembangkan prestasi anak usia dini di kelompok umur 12 tahun atau U-12. Dalam waktu dekat bakal ada rencana kompetisi untuk usia dini,” kata Rico.
BACA JUGA: Rakerda PBPI Jateng Satukan Kekuatan, Siapkan Atlet Padel Menuju Prestasi Nasional
Menurutnya, arena yang memiliki tujuh lapangan standar internasional tersebut juga akan berfungsi sebagai pusat pembinaan atlet muda. (*)
Editor: Farah Nazila





