SEMARANG, beritajateng.tv – Popularitas olahraga padel yang terus meningkat di Kota Semarang dan Jawa Tengah mulai diikuti dengan penguatan pembinaan usia dini.
Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) Jawa Tengah bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Semarang menyiapkan berbagai program kelompok umur guna mencetak atlet masa depan.
Ketua PBPI Jawa Tengah, Arganto Wibowo, mengatakan saat ini perkembangan padel tidak hanya terjadi di kalangan dewasa, tetapi juga mulai anak-anak dan remaja minati.
Untuk itu, PBPI mulai menggencarkan turnamen kelompok umur agar regenerasi atlet berjalan sejak dini.
“Kemarin kami sempat membuat turnamen kelompok umur. Kami mulai menggencarkan turnamen kelompok umur agar bibit-bibit yang muncul tidak hanya pada usia matang, tetapi usia dini juga sudah mulai,” katanya usai pembukaan lapangan Portres Padel Arena pada Jumat, 5 Juni 2026.
BACA JUGA: Tren Olahraga Padel Jadi Warna Baru Perayaan Anniversary Horison Hotels Group ke-23
Menurut Arganto, tren tersebut terlihat dari semakin banyaknya anak usia 8-16 tahun yang mulai mengisi lapangan-lapangan padel di berbagai daerah.
“Lapangan-lapangan padel sekarang mulai terisi kelompok umur. Mulai usia 8 tahun sampai 14 dan 16 tahun sudah mulai. Jadi menurut saya potensinya untuk masa depan masih sangat besar,” ujarnya.
Bidik PON 2028 dan Ajang Internasional
Di tingkat prestasi, PBPI Jawa Tengah tengah mempersiapkan atlet untuk menghadapi berbagai agenda besar, termasuk Pra Porprov, Porprov hingga PON 2028.
Arganto menjelaskan proses pembinaan dilakukan berjenjang melalui kabupaten dan kota sebelum atlet terbaik masuk seleksi tingkat provinsi.
“Dari kota dan kabupaten nanti kami seleksi ulang menjadi atlet Jawa Tengah. Di akhir tahun akan kami latih kembali agar memiliki potensi yang lebih lagi menuju PON 2028,” jelasnya.
Saat ini, sekitar 80 persen atlet padel di Jawa Tengah masih berasal dari latar belakang tenis. Namun PBPI optimistis pembinaan kelompok umur akan melahirkan atlet murni padel di masa depan.





