Peristiwa

Pagi-Siang Ini jadi Puncak Pemudik Tiba di Semarang, One Way Berlaku hingga Pukul 24.00

×

Pagi-Siang Ini jadi Puncak Pemudik Tiba di Semarang, One Way Berlaku hingga Pukul 24.00

Sebarkan artikel ini
Pagi-Siang Ini jadi Puncak Pemudik Tiba di Semarang, One Way Berlaku hingga Pukul 24.00
Kondisi Gerbang Tol Kalikangkung Semarang ramai lancar dengan kepadatan arus lalu lintas. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Puncak arus mudik lebaran Idulfitri di Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang, terprediksi terjadi hari ini, Sabtu, 29 Maret 2025.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, gelombang puncak arus mudik dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah berlangsung sejak kemarin pagi, Jumat, 28 Maret. Gelombang tersebut terus meningkat dan akan mencapai puncaknya pada hari ini.

Ia memprediksi, puncak arus mudik di Gerbang Tol Kalikangkung akan terjadi pada pukul 09.00 WIB hingga 10.00 WIB pagi nanti.

BACA JUGA: Urai Kemacetan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2025, Begini Skema One Way Lokal di Jawa Tengah

“Untuk jalur tol dan arteri kemungkinan puncak arus mudik hari ini (Jumat) mulai dari malam sampai dengan nanti (Sabtu) subuh. Mungkin khusus untuk di Jawa karena menjadi tujuan mudik mungkin antara jam 09.00 WIB dan 10.00 WIB itu akan mencapai puncaknya,” kata Listyo.

Untuk mengurai kepadatan pada puncak arus mudik nanti, Listyo menyebut pihaknya telah menyiapkan sejumlah upaya rekayasa lalu lintas. Seperti sistem buka tutup, ganjil genap, contra flow, hingga one way.

Jadwal one way hingga pukul 24.00 WIB

Khusus untuk sistem one way, lanjut Listyo, terdapat perbedaan berbanding dengan one way tahun lalu. Tahun lalu, one way berlangsung penuh dari Tol Jakarta-Cikampek hingga Tol Kalikangkung.

Sementara tahun ini, penerapan sistem one way berlangsung situasional dan bertahap perprovinsi. Dengan sistem itu, Listyo berharap pengendara dari arah barat tetap berkesempatan menggunakan jalan tol sehingga lalu lintas di jalur arteri juga dapat terjaga.

“Jadi, one way di tingkat Provinsi Jawa Barat, kemudian kita tarik ke Jawa Tengah. Baru kemudian begitu arusnya memang tidak bisa di tahan lagi. Dan kami tarik menjadi one way mulai dari 70 (Tol Jakarta-Cikampek) sampai dengan 414 (Tol Kalikangkung),” jelasnya.