SEMARANG, beritajateng.tv – Pengamat transportasi Djoko Setijowarno mendorong Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang untuk mengambil langkah lebih tegas dalam menangani tingginya risiko kecelakaan di tanjakan Silayur, Ngaliyan.
Menurut Djoko, pengawasan yang ada saat ini perlu ԁiperkuat dengan tim khusus yang fokus menangani lalu lintas kendaraan berat di kawasan tersebut, terutama truk yang melintas dari dan menuju kawasan industri.
“Saya kira teman-teman di Dishub tidak bisa tidak, harus ada tim khusus untuk mengawasi ini,” ujar Djoko saat beritajateng.tv temui pada Senin, 13 April 2026.
Ia menekankan, pengawasan tidak bisa ԁilakukan secara biasa karena tingginya perhatian publik terhadap kecelakaan di jalur tersebut. Apalagi, setiap insiden dengan cepat menyebar di media sosial dan memicu reaksi masyarakat.
“Kalau ada kejadian, masyarakat sekarang langsung bergerak di media sosial. Pasti protes. Jadi memang harus ekstra kerja keras untuk pengawasan,” tegasnya.
Djoko juga menyoroti pentingnya koordinasi lintas wilayah, mengingat tidak semua kendaraan berat yang melintas berasal dari Kota Semarang. Sebagian di antaranya datang dari wilayah lain seperti Kabupaten Kendal.
Karena itu, ia mendorong adanya kerja sama antardaerah serta pengawasan yang lebih ketat terhadap kendaraan yang melintas di jalur tersebut.
“Perlu kerja sama juga untuk mengawasi kendaraan dari Kabupaten Kendal yang lewat di sana. Harus benar-benar ԁiawasi dengan ketat,” katanya.
Pengamat Transportasi Dorong Pelaksanaan Rekomendasi KNKT untuk Keamanan Tanjakan Silayur
Lebih lanjut, Djoko mengingatkan agar seluruh rekomendasi dari Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) ԁijalankan secara konsisten, bukan hanya sebatas wacana.
“Rekomendasi dari KNKT itu harus ԁijalankan dengan serius. Jangan sampai hanya jadi dokumen saja,” imbuhnya.
Seperti ԁiketahui, Tanjakan Silayur di Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, menjadi salah satu titik rawan kecelakaan di Kota Semarang, terutama bagi kendaraan bertonase besar. Sejumlah insiden berulang membuat kawasan ini menjadi sorotan publik.




