Dirjen Tanaman Pangan Yudi Sastro menambahkan, kebutuhan jagung nasional untuk pakan mencapai 15 juta ton per tahun. Selain itu, pemerintah juga mendorong pengembangan 1 juta hektare jagung untuk kebutuhan bioetanol, dengan Blora sebagai salah satu titik awal.
Dalam kegiatan tersebut, panen berlangsung di lahan seluas 15 hektare dengan produktivitas sekitar 7 ton per hektare. Potensi ini ternilai cukup besar untuk terus dikembangkan.
BACA JUGA: Bulog Jateng Siap Serap 364 Ribu Ton Beras Petani Lokal pada 2026, Target Serapan Jagung 70 Ribu Ton
Selain jagung, Bulog juga memastikan penanganan hasil panen tebu petani di Blora. Bulog akan membantu menyalurkan hasil tebu ke pabrik gula milik PTPN dan SGN di Jawa Tengah.
“Kami pastikan hasil panen tebu petani tetap terserap. Ke depan, kami juga akan melakukan perbaikan dan reorganisasi manajemen PT GMM agar bisa optimal menyerap tebu petani,” pungkas Ahmad Rizal. (*)
Editor: Farah Nazila





