SOLO, beritajateng.tv – Stadion Sriwedari baru saja menjadi saksi bisu drama yang menguntungkan langkah Laskar Mahesa Jenar dalam perburuan posisi aman. Persipal sukses menahan imbang Persiba Balikpapan dengan skor 1-1 pada laga yang berlangsung Senin, 23 Februari 2026 malam.
Hasil berbagi angka ini menjadi kabar baik bagi PSIS Semarang karena rival terdekat mereka gagal menjauh di tabel klasemen. Selain itu, tambahan hanya satu poin bagi Persiba membuat jarak persaingan di papan bawah kini semakin rapat dan panas.
Tersandungnya Persiba di Solo secara otomatis menaikkan daya tawar PSIS Semarang dalam peta persaingan zona degradasi. Akibatnya, kemenangan krusial yang Rafinha dan kolega petik dari kandang Deltras kemarin kini memiliki nilai strategis yang jauh lebih besar.
Di samping itu, Direktur Teknik Alfredo Vera menilai situasi ini sebagai “lampu hijau” bagi para pemain untuk tampil lebih agresif di sisa musim. Namun, fokus tinggi tetap menjadi harga mati agar Mahesa Jenar tidak melakukan kesalahan sendiri saat peluang sudah di depan mata.
BACA JUGA : Misi Keluar Zona Degradasi: Rafinha dan Denilson Beraksi! PSIS Berhasil Curi Tiga Poin dari Kandang Deltras
Berkah Sriwedari: Skenario PSIS Rebut Posisi Aman
Hasil imbang menciptakan efek domino yang memompa semangat juang seluruh penggawa Mahesa Jenar.
Maka dari itu, berikut adalah analisis dampak hasil laga Persipal vs Persiba bagi masa depan PSIS Semarang:
-
Napas Lega di Klasemen: PSIS Semarang kini sukses memangkas jarak dan hanya tertinggal tipis satu poin di belakang Persiba Balikpapan.
-
Keuntungan Psikologis: Kegagalan Persiba meraih poin penuh di Sriwedari memberi tekanan mental bagi mereka, sementara PSIS sedang dalam tren menanjak.
-
Target Kudeta: Mahesa Jenar berpeluang besar melompati posisi Persiba jika mampu menjaga konsistensi kemenangan pada laga-laga mendatang.
-
Energi Ramadan: Kabar ini menjadi suntikan moral luar biasa bagi para pemain yang sedang berjuang di tengah ibadah puasa.
Segenap jajaran staf kepelatihan kini terus menggenjot taktik serangan balik cepat yang terbukti ampuh menghasilkan gol penalti lewat aksi Rafinha sebelumnya.
Selain aspek teknis, manajemen juga memperketat pengawasan terhadap kebugaran pemain agar tidak ada pilar yang bertumbangan di masa krusial ini.
BACA JUGA : Jadwal Liga 2 : Peluang PSIS Lolos Zona Degradasi atau Puasa Kemenangan di Bulan Ramadan?
Mereka percaya bahwa konsistensi duet Rodrigues di lini depan akan menjadi kunci pembuka jalan keluar dari zona merah. Selanjutnya, Alfredo Vera memastikan bahwa setiap pemain pelapis siap turun kapan pun untuk menjaga kedalaman skuad yang stabil.
Persiapan teknis yang sangat matang tetap merupakan faktor kunci keberhasilan operasional tim dalam mengejar target posisi aman. Oleh karena itu, doa dan dukungan tanpa henti dari masyarakat Semarang menjadi energi tambahan yang sangat berarti bagi pejuang lapangan hijau.
Mereka percaya bahwa setiap tetap keringat di lapangan akan terbayar lunas dengan posisi klasemen yang lebih baik di akhir putaran ketiga. (*)





